BeritaBulelengDaerahTNI
Trending

Bersama Pemerintah dan Rakyat, TNI Tanam Jagung di Buleleng

Yonif Raider 900/SBW Lakukan Gerakan Ketahanan Pangan

SINGARAJA, jarrakposbali.com – Lakukan gerakan ketahanan pangan, TNI bersama dengan pemerintah dan rakyat tanam jagung di Buleleng.

Kepedulian terhadap ketahanan pangan ternyata tidak hanya ditampilkan oleh lembaga pemerintahan maupun organisasi masyarakat.

Terbaru, TNI pun memperlihatkan kepedulian terhadap ketahanan pangan melalui Batalyon Infanteri Raider 900/ Satya Bakti Wirotama (Yonif Raider 900/SBW).

Mereka bersama dengan pemerintah dan rakyat, berkolaborasi dan bersinergi menanam jagung untuk ketahanan pangan.

Kegiatan ini terlaksana pada hari Jumat, 21 Oktober 2022 pukul 08.00 WITA bertempat di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.

Dalam kegiatan ini, ada tiga jenis jagung yang ditanam yakni jagung pulut hibrida, pulut ungu, dan hibrida betras 7.

Komandan Yonif Raider 900/SBW, Mayor Inf. Deden Ika Drajat, S.A.P., M.Han., menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu implementasi TNI bersama rakyat.

Ia menceritakan bahwa kegiatan ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan petani dan pemerintah untuk menanam jagung di lahan tidur di Kelurahan Banyuasri.

Mayor Deden juga menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan program unggulan dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M.

“Ini merupakan salah satu program unggulan dari KSAD yakni ketahanan pangan,” ungkap Danyonif Raider 900/SBW itu.

“Ada lahan tidur di Kelurahan Banyuasri yang kemudian berkolaborasi dengan petani dan pemerintah untuk menanam jagung usai panen padi,” tambahnya.

“Ini salah satu implementasi TNI bersama rakyat, TNI kuat bersama rakyat,” lanjutnya lagi.

Mayor Deden berharap agar kegiatan yang baru pertama kali terlaksana ini dapat terus berlanjut ke depannya.

TNI tidak bisa bekerja sendiri, tapi perlu dukungan dari instansi lain agar lebih maksimal,” katanya.

Gencarkan potensi jagung

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Ir. I Made Sumiarta; menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Buleleng tengah menggencarkan penanaman jagung.

Hal ini juga sesuai dengan arahan dari Pj Bupati Buleleng, Ir. Ketut Lihadnyana, M.M.A., untuk mengoptimalkan potensi jagung di Buleleng.

Apalagi sebagian besar masyarakat mengkonsumsi jagung dengan mencampurnya bersama beras, selain untuk dijadikan pakan ternak.

“Ketahanan pangan tidak hanya padi saja, ada jagung dan sorgum, sekarang kita gencarkan penanaman jagung,” ujarnya.

“Ketahanan pangan di Buleleng khususnya beras masih aman, karena masyarakat Buleleng dominan mengkonsumsi nasi,” lanjutnya.

Gerakan ketahanan pangan dengan menanam jagung di Kabupaten Buleleng
Gerakan ketahanan pangan dengan menanam jagung di Kabupaten Buleleng. Foto: Franz Jr.

Libatkan 51 petani

Gerakan ketahanan pangan dengan menanam jagung di Kelurahan Banyuasri, ternyata melibatkan setidaknya 51 orang petani.

Yang merupakan gabungan dari Krama Subak Kaliuntu sebanyak enam orang dan Kraman Subak Banyumala sebanyak 46 orang.

Hal ini diungkapkan Lurah Banyuasri, Ketut Darmika, S.Pd., usai penanaman jagung di lokasi yang terletak di depan Yonif Raider 900/SBW.

“Kami mencoba untuk menanam jagung dengan harapan agar dapat meningkatkan pendapatan petani,” harap Darmika. (fJr/JP)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button