Bupati Karangasem Tempa 44 Personel Damkar Melalui Pelatihan URBANSAR

KARANGASEM, jarrakposbali.com | Sebagai upaya meningkatkan profesionalitas dan kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran dalam menghadapi situasi darurat di wilayah rawan bencana, Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, S.E. (Gus Par), tempa 44 personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karangasem melalui pelatihan Urban Search and Rescue (URBANSAR) pada Kamis 30 Oktober 2025.
Pelatihan ini bertujuan membentuk personel Damkar yang tepat tindakan, tepat sasaran, dan tepat guna dalam menyelematkan nyawa masyarakat saat terjadi bencana. Kegiatan tersebut didanai melalui APBD Semesta Berencana Tahun 2025 dan diikuti oleh 44 personel Damkar, baik ASN maupun non-ASN.
Para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari instruktur profesional Basarnas, yakni dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar serta Pos Basarnas Karangasem. Kegiatan pelatihan berlangsung di Pos Basarnas Karangasem, dengan fokus pada peningkatan kemampuan fisik, teknik penyelamatan, serta koordinasi lapangan dalam kondisi darurat perkotaan.
Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, S.H., M.H. (Guru Pandu), turut hadir memantau jalannya pelatihan. Dalam kesempatan tersebut, Wabup menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan ini dapat memperkokoh kesiapan para petugas dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
โMelalui pelatihan ini, para personel Damkar diharapkan semakin tangguh, sigap, dan memiliki mental yang kuat dalam menjalankan misi penyelamatan. Tugas mereka bukan hanya memadamkan api, tetapi juga menyelamatkan nyawa,โ ujar Guru Pandu.
Bupati Gus Par menegaskan bahwa penguatan kapasitas Damkar merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam mewujudkan Karangasem AGUNG (Aman, Gigih, Unggul, Nyaman Gemah Ripah Loh Jinawi ) dengan menciptakan sistem penanggulangan bencana yang cepat, efektif, dan humanis.
Dengan pelatihan URBANSAR ini, diharapkan seluruh personel Damkar Karangasem semakin siap menghadapi tantangan penanganan bencana di wilayah yang dikenal memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran dan bencana alam.(Rno)



