
GIANYAR, jarrakposbali.com – Keindahan Nusa Penida telah menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Tebing yang menjulang, laut biru yang membentang, dan bentang alam yang memikat menjadi kekayaan yang menghidupi pariwisata Klungkung. Kini, tantangan besar menanti. Bagaimana menjaga keindahan itu tetap lestari ketika aktivitas pariwisata terus berkembang?
Bupati Klungkung I Made Satria menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga masa depan Nusa Penida melalui implementasi Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi Satwika Tahun 2026–2030. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama di Wantilan Pura Dang Khayangan Er Jeruk, Kabupaten Gianyar, Sabtu (10/10/2026).
Penetapan Kepulauan Nusa Penida sebagai salah satu dari enam kawasan strategis rendah emisi di Bali menjadi momentum penting bagi arah pembangunan Klungkung. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Bali Nomor 912/04-B/HK/2026 tertanggal 6 Oktober 2026.
Bagi Klungkung, kebijakan tersebut membawa tanggung jawab besar. Nusa Penida memiliki daya tarik wisata yang mendunia, sekaligus lingkungan alam yang perlu dijaga melalui pengelolaan kawasan secara konsisten. Pertumbuhan kunjungan wisatawan, kebutuhan transportasi, pengelolaan sampah, serta penggunaan energi menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam perjalanan menuju destinasi rendah emisi.
Bupati I Made Satria menyambut positif penetapan tersebut. Ia memandang program Kerthi Bhumi Satwika sebagai peluang untuk memperkuat pembangunan pariwisata yang memperhatikan keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Penetapan Kepulauan Nusa Penida sebagai Kawasan Rendah Emisi adalah momentum penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan kelestarian alam. Pemerintah Kabupaten Klungkung berkomitmen penuh mendukung serta mengimplementasikan program ini agar Nusa Penida tetap hijau, bersih, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujar Bupati I Made Satria.
Komitmen tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi langkah nyata di lapangan. Pengurangan emisi, pengelolaan sampah yang lebih baik, pengembangan transportasi ramah lingkungan, serta keterlibatan pelaku usaha dan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas kawasan wisata.
Sebab, keberlanjutan pariwisata Nusa Penida berkaitan erat dengan kondisi alam yang menjadi daya tarik utamanya. Lingkungan yang terawat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, mendukung kegiatan ekonomi, sekaligus menjaga pengalaman wisata bagi pengunjung yang datang.
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi Satwika merupakan bagian dari perubahan pendekatan pembangunan agar pertumbuhan ekonomi berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan. Selain Kepulauan Nusa Penida, lima kawasan strategis lainnya yang ditetapkan ialah Ubud, Nusa Dua, Kuta, Sanur, dan Kawasan Cagar Budaya Gajah Mada di Kota Denpasar.
Program yang berlangsung selama 2026–2030 tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kemampuan fiskal masing-masing daerah. Evaluasi berkala juga direncanakan untuk mengukur capaian pelaksanaan program.
Penandatanganan kesepakatan yang bertepatan dengan Saniscara Kliwon Wayang atau Rahina Tumpek Wayang ini turut membawa pesan kearifan lokal Bali. Nilai Sad Kerthi yang menekankan keharmonisan dan pelestarian kehidupan menjadi landasan moral dalam menjaga alam sebagai warisan bersama.
Upaya tersebut sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125. Sebuah arah pembangunan yang menempatkan kelestarian alam sebagai bagian penting dari masa depan Bali.
Bupati I Made Satria didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.
Pada akhirnya, keberhasilan Nusa Penida menjadi kawasan rendah emisi akan ditentukan oleh pelaksanaan komitmen secara berkelanjutan. Kebijakan perlu hadir dalam tindakan yang dirasakan masyarakat, mulai dari pengelolaan lingkungan hingga aktivitas pariwisata sehari-hari.
Nusa Penida menyimpan kekayaan alam yang menjadi kebanggaan Klungkung dan Bali. Menjaganya tetap hijau dan lestari merupakan tanggung jawab bersama, agar keindahan pulau ini terus menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat hari ini dan generasi yang akan datang.(JpBali).



