BeritaMangupura

HPN 2026 di Banten Mengingatkan Kembali Pentingnya Peran Pers

SERANG, jarrakposbali.com – Peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Provinsi Banten sering kali menjadi ruang refleksi bagi banyak pihak. Pada momen ini, para jurnalis dari berbagai daerah berkumpul dan saling berbagi pandangan tentang pergeseran dunia informasi yang terasa semakin cepat.

Suasana hangat tergambar sejak awal acara dan terasa bahwa setiap pertemuan membawa kesadaran baru tentang pentingnya menjaga kualitas informasi di tengah perubahan teknologi digital serta pemanfaatan kecerdasan buatan.

Kehadiran Pemerintah Kabupaten Badung melalui Kabag Prokompim Setda Badung Made Suardita menjadi bagian dari rangkaian dialog dan silaturahmi nasional insan pers. Di banyak kasus, pertemuan seperti ini memberi kesempatan untuk membaca kembali peran pers dalam membantu masyarakat memahami berbagai isu publik.

Perkembangan teknologi sering kali memberi ruang baru bagi penyebaran informasi, meskipun tetap membutuhkan sentuhan profesionalisme dari para pelakunya.

“Pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Di era digital dan AI saat ini, pers yang profesional menjadi garda terdepan dalam memastikan informasi yang diterima publik tetap akurat, berimbang, dan dapat dipercaya,” ujar Suardita. Senin (9/2/2026).

Pada forum yang berlangsung di Serang itu, pembahasan mengenai arus informasi yang semakin cepat mendapat perhatian besar. Banyak peserta mencatat bahwa inovasi teknologi membawa manfaat yang signifikan, namun tetap memerlukan kemampuan filter dan tanggung jawab moral dari para pelaku pers. Pemerintah daerah yang hadir pun memberi pandangan tentang cara memperkuat kolaborasi agar informasi publik tetap jernih dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kolaborasi antara pemerintah dan pers sangat dibutuhkan agar informasi yang disampaikan benar, berimbang, serta mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” tambah Suardita.

Suasana HPN 2026 di Banten terasa sebagai ajakan untuk terus menguatkan peran pers. Kadang perkembangan teknologi menghadirkan ritme baru yang menuntut adaptasi cepat, namun nilai etika dan tanggung jawab informasi tetap menjadi fondasi. Pada akhirnya, pertemuan para insan pers dan pemerintah daerah tahun ini menjadi pengingat bahwa ruang publik membutuhkan informasi yang sehat agar demokrasi tetap berjalan dalam jalurnya.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button