Gubernur Koster Siapkan Insentif untuk Anak Bernama Nyoman dan Ketut Mulai 2026
Langkah ini diambil untuk melestarikan budaya dan tradisi penamaan khas Bali, lengkap dengan jaminan pendidikan gratis bagi penerima nama tersebut.

jarrakposbali.com,DENPASAR – Komitmen Gubernur Bali Wayan Koster dalam menjaga warisan budaya tak perlu diragukan. Salah satu langkah nyata yang segera dijalankan adalah pemberian insentif bagi bayi yang diberi nama Nyoman dan Ketut mulai tahun 2026.
Tak hanya itu, mereka juga akan mendapatkan fasilitas pendidikan gratis. Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian identitas khas Bali di tengah perubahan zaman.
Insentif akan disalurkan kepada Nyoman dan Ketut sejak masih janin dalam kandungan seorang ibu. Tak sampai disitu saja, Koster juga telah memikirkan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa menjalani pendidikan gratis mulai PAUD, SD, SMP, SMA hingga kuliah melalui program satu keluarga satu sarjana.
Program insentif Nyoman dan Ketut akan bertalian dengan program satu keluarga satu sarjana yang bertujuan melahirkan SDM Bali unggul.
“Program insentif Nyoman dan Ketut akan mulai diberlakukan tahun 2026, mulai dari hamil untuk anak yang ketiga, hamil untuk anak yang keempat, itu akan mendapat perawatan khusus,” kata Gubernur Bali dua periode ini, saat menutup Bulan Bung Karno 2025 di Sanur, Selasa 1 Juli 2025.
Kemudian kata Koster, setelah bayinya lahir, bagi keluarga yang miskin akan diberikan bansos berupa bantuan beras, telur, susu agar gizi bayinya terpenuhi.
“Begitu masuk sekolah PAUD, TK SD, SMP, SMA gratis kemudian masuk ke perguruan tinggi, bagi keluarga yang miskin akan ditanggung kosnya oleh pemerintah provinsi Bali dengan program satu keluarga satu sarjana. Semua ini demi masa depan generasi muda di masa akan datang,” tegas Koster.
Koster menyampaikan, inilah sejumlah program prioritas yang akan dijalankan selama kepemimpinan demi menata fondasi Bali yang baik pada masa yang mendatang. Ia berharap doa dan dukungan krama Bali agar semua berjalan lancar dan sukses.
Dalam setiap kesempatan, Gubernur Koster juga kerap memberikan apresiasi berupa dana tunai kepada generasi muda yang menyandang nama Bali Nyoman dan Ketut.
Seperti pada acara penutupan Bulan Bung Karno 2025, sebelum memulai sambutan penutupan, Koster meminta Nyoman dan ketut dalam aula maju ke atas panggung.
Koster langsung memberikan apresiasi dana sebesar Rp 500 ribu per orang. Bagi Koster generasi muda inilah yang melestarikan dan menjaga suku Bali. Ia juga berharap para generasi muda bisa terus menjalankan keluarga berencana Bali dengan empat orang anak agar keturunan Nyoman dan Ketut tak punah.(jpbali).



