
SINGARAJA, jarrakposbali.com – Berdasarkan hasil tes psikologi, atlet Buleleng siap berlaga di Porprov Bali.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng akhirnya memaparkan hasil tes psikologi atlet Buleleng.
Sebelumnya, tes psikologi ini berlangsung pada hari Minggu, 25 September 2022 di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Undiksha.
Lalu bagaimana hasilnya?
Berdasarkan hasil tes psikologi atlet Buleleng yang akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali, sebagian besar atlet dinyatakan siap berlaga.
Dari total 471 orang atlet yang mengikuti tes, 335 atlet dinyatakan sudah siap mental, sedangkan 136 atlet masih memerlukan dorongan dan pengembangan mental.
Hasil tes psikologi ini dipaparkan atau diseminasi pada hari Rabu, 19 Oktober 2022 pukul 18.00 WITA di Auditorium Pascasarjana Undiksha.
Jadi pedoman pelatih
Ketua Umum KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja; mengatakan bahwa hasil tes tersebut dapat menjadi pedoman bagi para pelatih.
Khususnya pemodan untuk pendampingan dan pembinaan pada bidang yang dinilai masih kurang.
Wiratmaja juga menyebutkan bahwa tes ini dilakukan untuk mengukur kematangan atlet untuk berlaga di Porprov Bali November mendatang.
“Dari hasil ini akan terlihat kematangan atlet yang mana yang sudah sangat siap dan yang masih perlu pendampingan,” jelasnya.
“Pelatih bisa mengambil sikap menumbuhkan dan mengembangkan rasa percaya diri. Selain juga melatih atletnya keluar dari tekanan mental sehingga nanti bisa bertanding sempurna,” lanjutnya.
Wiratmaja juga menyebutkan bahwa tes yang baru pertama kali dilakukan KONI Buleleng akan terus dilakukan berkelanjutan ke depannya.
Terobosan ini juga akan dilakukan termasuk juga untuk pembinaan atlet-atlet yang memerlukan pendampingan.
“Ini salah satu langkah terobosan, tahun 2024 jika saya masih dipercaya jadi Ketua KONI Buleleng, kebijakan ini akan berlanjut,” tegas dia.
Panduan pahami mental atlet
Secara teknis, Ketua Bidang Sport Science KONI Buleleng, Dr. Ketut Iwan Swadesi; mengatakan bahwa hasil para pelatih akan membawa hasil tes atletnya.
Sehingga masing-masing pelatih memiliki kemampuan dan pemahaman untuk membina atletnya menjadi lebih baik.
Hasil tes ini diharapkan dapat memberikan panduan pelatih untuk memahami mental atletnya.
“Ini penting untuk menentukan strategi bertanding, taktik berlomba,” katanya.
“Pengendalian tekanan bertanding sangat berat apalagi sudah di final, atlet memerlukan kondisi fisik dan mental yang bagus untuk mencapai prestasi puncak,” tambahnya.
Para pelatih kini disarankan untuk melakukan pendampingan secara personal dan humanis, melihat sisa waktu yang dimiliki.
Sehingga dari data hasil tes yang telah dipegang masing-masing pelatih, dapat mendorong kekurangan saat berlatih.
Penentu raihan prestasi atlet
Sementara itu, pelatih dari Pengkab Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Buleleng, I Nyoman Gantiyasa; mengapresiasi inovasi KONI Buleleng.
Yakni dengan melaksanakan tes psikologi bagi atlet, yang menurutnya sangat penting untuk mengukur kemampuan mental atlet.
Tentunya ia juga berharap bahwa hasil tes akan menjadi penentu dalam raihan prestasi atlet.
“Tentu ini akan sangat berpengaruh untuk prestasi atlet, sebagai tolak ukur. Kami pelatih jadi punya gambaran apa-apa yang kurang dan perlu dibenahi,” ungkapnya
“Harapan kami ini bisa berkesinambungan dan dilakukan lebih awal sehingga ada lebih banyak waktu untuk evaluasi dan pendampingan,” lanjutnya. (fJr/***/JP)



