
BADUNG, jarrakposbali.com – Suasana Aula Polres Badung pada Senin 18 Mei 2026, terasa hangat sekaligus penuh semangat kolaborasi. Para peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-66 Tahun Anggaran 2026 hadir bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Badung dalam agenda Kuliah Kerja Profesi (KKP) yang menjadi bagian penting dari penguatan kepemimpinan Polri tingkat menengah.
Kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti dalam kegiatan tersebut memberi pesan bahwa penguatan institusi keamanan sering kali berjalan berdampingan dengan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. Dalam banyak kasus, forum seperti ini menjadi ruang bertukar pandangan mengenai tantangan pelayanan publik, kepemimpinan, hingga pembangunan daerah yang adaptif.
Kegiatan KKP Sespimmen Polri Dikreg 66 tidak sekadar menjadi agenda seremonial pendidikan kepolisian. Yang menarik, forum ini menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan unsur kepolisian, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, hingga Pecalang Kabupaten Badung dalam satu suasana yang cair namun penuh gagasan.
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba bersama jajaran menyambut langsung peserta didik Sespimmen Polri yang tengah menjalani proses pendalaman materi dan wawancara lapangan. Pendamping Serdik dari Sespimmen Polri juga turut hadir untuk memastikan proses pembelajaran berjalan kontekstual dengan kondisi sosial masyarakat di daerah.
Tema yang diangkat tahun ini terasa dekat dengan dinamika pembangunan nasional, khususnya mengenai kepemimpinan yang berbasis moral dan literasi dalam mendukung program kedaulatan pangan, energi, dan ekonomi produktif yang inklusif. Kadang, tema seperti ini terdengar formal di atas kertas. Namun ketika dibahas bersama unsur masyarakat dan pemerintah daerah, pembahasannya menjadi lebih nyata dan dekat dengan kebutuhan publik sehari-hari.
Kehadiran Pecalang dan tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana keamanan di Bali sering kali bertumpu pada kolaborasi sosial yang sudah tumbuh lama di tengah masyarakat adat. Pada akhirnya, pendekatan keamanan modern dan kearifan lokal sering berjalan berdampingan dalam menjaga stabilitas daerah.
“Pendidikan kepemimpinan seperti ini penting untuk memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Pelayanan publik yang baik lahir dari komunikasi dan kolaborasi yang terus dibangun,” ujar Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti.
Kegiatan KKP Sespimmen Polri Dikreg 66 di Kabupaten Badung diharapkan mampu melahirkan pemimpin Polri yang adaptif, presisi, dan dekat dengan masyarakat. Di tengah perubahan sosial yang bergerak cepat, ruang pembelajaran lapangan seperti ini sering kali menjadi bekal penting untuk memahami kebutuhan publik secara lebih utuh dan manusiawi.(jpBali).



