
SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – KONI Buleleng menggelar tes psikologi bagi atlet yang tergabung dalam kontingen Buleleng.
Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2022, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng menggelar tes psikologis.
Tes psikologi ini diperuntukkan kepada atlet definitif yang tergabung dalam kontingen Buleleng untuk Porprov Bali 2022 nanti.
Berlangsung di Gedung Fakultas Ilmu Pendidikan, Undiksha tes ini digelar pada hari Minggu, 25 Juli 2022 pukul 09.00 WITA.
Sebanyak 484 atlet yang merupakan gabungan dari 43 cabang olahraga mengikuti rangkaian tes terakhir setelah tes fisik tahap satu dan dua.
Ketua Tim Psikologi, Nice Maylani Asril; menyebutkan bahwa pihaknya memberikan dua jenis tes yakni tes kecerdasan dan kepribadian.
Dalam tes itu para kontingen Buleleng itu akan diukur terkait kecerdasan umum dan mental juara atlet.
“Mulai dari beradaptasi dengan baik dalam pertandingan, hingga kemampuan menerima arahan dan kerja sama,” ungkap Nice.
Pihaknya menegaskan bahwa parameter penilaian ini telah tervalidasi sesuai dengan usia dan jenjang pendidikan.
Akademisi jebolan Hiroshima University berharap, tes psikologi ini dapat membantu pelatih dalam memaksimalkan atlet yang akan diterjunkan nanti.
“Alat ukur yang kita gunakan sudah terstandarisasi Kemenpora. Semoga tes ini bisa membantu pelatih untuk mengetahui kondisi atlet yang akan berlaga nanti,” jelasnya.
Nice sempat menyebutkan bahwa dalam tes itu sempat terjadi hambatan yakni smartphone peserta yang macet saat mengisi Google Form.
Hingga akhirnya peserta tersebut dipinjamkan smartphone oleh tim psikologi agar dapat mengisi Google Form.
Terkait hasil tes, ia menyebutkan bahwa hasil akan keluar dan dipaparkan dua minggu ke depan lantaran jumlah atlet yang banyak.

Komitmen untuk ciptakan atlet prestasi
Sementara itu Dr. dr. Made Budiawan, S.Ked., M.Kes., AIFO., Wakil Ketua II KONI Buleleng; menyebutkan bahwa tes ini merupakan bagian dari komitmen KONI Buleleng.
“Tes psikologi ini merupakan komitmen untuk menciptakan atlet yang berprestasi,” ujar pria yang membidangi Sport Science dan Pembinaan Prestasi, serta Sport Intelijen.
Menurutnya sangat penting untuk menguku aspek mental dari seorang atlet untuk mengetahui kondisi psikisnya.
dr. Budiawan menyebutkan bahwa aspek mental ini merupakan tingkatan tertinggi di atas strategi, teknik, dan fisik.
Sehingga dengan adanya tes psikologi ini pelatih tidak hanya diberikan data kondisi fisik namun juga kondisi psikologi atlet.
“Pelatih diajak untuk memahami kondisi psikologi atlet, tidak hanya kondisi fisiknya,” ungkapnya.
“Dengan tes ini pelatih mendapatkan komponen psikis atlet dan memahami atlet sehingga dalam latihan dapat lebih maksimal,” imbuhnya lagi.
Bersamaan dengan itu, dr. Budiawan juga menjelaskan bahwa hasil ini tidak akan membuat atlet tereliminasi karena kontingen saat ini sudah definitif.
Namun, adanya kekurangan yang muncul dari hasil tes nanti akan diperbaiki dalam jangka waktu sebelum gelaran Porprov Bali nanti. (fJr/JP)



