Ayo Kunjungi Sangeh, Tempatnya Indah dan Monyet-Monyetnya Lucu-Lucu Brow

MANGUPURA, jarrakposbali.com | Obyek wisata alam Sangeh yang terletak di Desa Adat Sangeh, Badung, memang sangat indah dan unik.
Selain karena keindahan alam dengan berbagai macam tumbuhan (pepohonan), lokasi obyek wisata ini juga menarwarkan keasikan oleh tingkah polah kawanan kera (monyet) lucu yang menghuni kawasan tersebut.
Tak hayal, obyek wisata Sangeh dikenal bukan hanya di Indonesia, bahkan sampai manca negara. Kini dengan melandainya covid-19 dan kebijakan bebas karantina bagi pelaku perjalan luar negeri, diharapkan tingkat kunjungan wisata manca negara ke Sangeh kembali meningkat.
Ditengah harapan meningkatnya kunjungan wisata manca negara ke Sangeh, muncul aksi solidaritas dari CEO Jarrak Media Group I Putu Sudiartana untuk menjaga kelestarian kawasan wisata tersebut, terutama habitan monyet-monyet sebagai pemikat wisatawan.
Dengan mengajak teman-teman seangkatannya dan salah seorang mantan gurunya sewaktu di SMP maupun SMA, Sudiartana yang juga Dewan Kebijakan LSM Jarrak Pusat kemarin berkunjung ke obyek Wisata Sangeh.
Selain untuk berekreasi, Sudiartana yang mantan anggota Komisi III DPR RI tersebut bersama rombongan memberi makan kawanan monyet di kawasan tersebut. Tujuanya untuk menjaga kelestarian monyet-monyet tersebut dan agar semakin jinak serta bersahabat dengan pengunjung.

“Hari ini (kemarin-red) kami datang ke Sangeh bersama kawan-kawan dan mantan guru kami buat beri makan moyet-monyet di sini (Sangeh). Kasi makan monyet itu rutin dilakukan oleh ibu Dayu Ari. Saya salut sama beliau dan itu menjadi program DTW Desa Adat Sangeh,” ujar Sudiartana.
Sementara itu, salah satu pemerhati pariwisata, sekaligus warga Desa Adat Sangeh I Wayan Bratayasa mengatakan, dirinya sebagai warga Sangeh sangat mengapresiasi kepedulian semua pihak termasuk CEO Jarrak Media Group dan rekan-rekannya terhadap kelestarian obyek wisata Sangeh.
“Saya juga berharap kepedulian semua pihak terhadap kelestarian obyek wisata Sangeh. Mengingat obyek wisata Sangeh itu bukan hanya milik warga Sangeh, tapi milik semua pihak,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bratayasa juga mengajak semua pihak untuk datang berkunjung ke Sangeh berwisata sekaligus berpartisipasi memberi makan kera-kera tersebut untuk menjaga kelestariannya. Tentunya tetap mengukti aturan yang berlaku di lokasi tersebut.(ded)



