Mimih Dewa Ratu…! Kasihan Ibu-Ibu, Harga Beras di Pasar Saat Ini Melambung Tinggi

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Harga beras belakangan ini di sejumlah pasar tradisional yang ada di Jembrana mengalami kenaikan cukup signifikan. Kondisi ini dikeluhkan oleh sejumlah warga, terutama ibu-ibu rumah tangga.
Informasi yang berhasil dihimpun tim jarrakpos, harga beras super saat ini di pasaran sebesar Rp 15 ribu per kilonya. Sebelumnya hanya terjual Rp 12 ribu perkilo atau naik sekitar Rp 3000 per kilonya.
Menurut sejumlah warga, kenaikan harga beras mulai terjadi sejak seminggu belakangan ini. Penyebabnya, produksi beras ditingkat pengusaha penggilingan padi menurun, sementara tingkat permintaan konsumen sangat tinggi.
Menurunnya produksi beras ini diduga karena produksi gabah di tingkat petani menurun drastis karena dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Bali. Banyak petani yang menidurkan lahan pertaniannya karena kekurangan pasokan air.
Sementara banyak pihak menduga, naiknya harga beras di sejumlah pasar diduga akibat permainan para pengepul atau distributor beras yang sengaja menaikan harga beras memanfaatkan situasi untuk mengeruk keuntungan.
“Susah sekarang, harga beras naik, per kilonya sekarang lima beras ribu rupiah. Padahal seminggu lalu hanya dua belas ribu rupiah,” ujar Margi, ibu rumah tangga asal Kecamatan Mendoyo, Jembrana.
Warga meminta pihak terkait turun tangan untuk menstabilkan harga beras. Jika tidak segera ditindak lanjuti, tidak menutup kemungkinan harga beras akan terus mengalami kenaikan.
Sementara informasi yang diperoleh dari salah seorang karyawan produser beras di Jembrana, saat ini harga beras super di tingkat produser (pabrik) mencapai Rp 121.000 untuk kemasan 10 KG atau Rp 12.100 per kilonya. Sementara di tingkat pasar dijual Rp 15.000 perkilonya.(ded)



