
DENPASAR, jarrakposbali.com – Pada Jumat (20/2), Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa resmi dikukuhkan sebagai Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kota Denpasar. Pengukuhan tersebut dilaksanakan di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, dalam sebuah acara yang penuh makna. Proses pengukuhan ini bukan hanya seremonial, melainkan menjadi titik awal untuk penguatan komitmen bersama dalam perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak di Bali.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Forum PUSPA Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta. Sebagai bagian dari pengukuhan, dilaksanakan juga penandatanganan berita acara serta penyematan pin Forum PUSPA, yang mengukuhkan peran serta tanggung jawab Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa sebagai pemimpin Forum PUSPA di Kota Denpasar.
Ny. Seniasih Giri Prasta, dalam sambutannya, menegaskan bahwa pengukuhan ini adalah momen yang krusial untuk memperkuat komitmen bersama dalam perlindungan perempuan dan anak di Bali. “Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi tantangan serius, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga hingga kekerasan berbasis internet yang memerlukan penanganan cepat dan terpadu,” ujarnya.
Ny. Seniasih juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam melindungi perempuan dan anak. Ia mengajak seluruh Forum PUSPA di Bali untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan aparat penegak hukum, guna menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi perempuan dan anak.
“Perlindungan perempuan dan anak tidak bisa dilakukan secara parsial, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan keluarga,” tambahnya.
Sementara itu, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, yang kini memegang amanah sebagai Ketua Forum PUSPA Kota Denpasar, menyatakan kesiapan untuk bekerja keras dan mengoptimalkan tugas serta fungsi Forum PUSPA. Ia berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi peningkatan kesejahteraan serta perlindungan perempuan dan anak di kota ini.
“Kita harus bergerak bersama, berkolaborasi demi mencegah kekerasan dan memastikan perempuan serta anak mendapatkan perlindungan yang layak dan bermartabat,” kata Ny. Ayu Kristi.
Dalam kesempatan ini, Ketua Forum PUSPA Kota Denpasar juga menyampaikan bahwa perlindungan perempuan dan anak harus dilakukan secara holistik dan berkesinambungan. Melalui berbagai program, Forum PUSPA berkomitmen untuk memperkuat sistem pelaporan dan mendampingi korban agar dapat mendapatkan hak mereka.
“Pencegahan kekerasan harus dimulai dari kesadaran masyarakat yang lebih tinggi serta penguatan sistem pelaporan,” tegasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen tinggi, Forum PUSPA Kota Denpasar siap mengemban amanah untuk mewujudkan Bali yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak. Melalui langkah-langkah konkret dan sinergi dari berbagai pihak, diharapkan perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak dapat terwujud dengan lebih baik lagi.(JpBali).



