BeritaDaerah

Patut Dicontoh! Ingin Naik Kelas, Rutan Negara Berbenah

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Rutan Kelas II B Negara, Jembrana di bawah kepemimpinan Bambang Hendra Styawan, sejak beberapa bulan belakangan ini terus berbenah. Ini lantaran Rutan Kelas II B Negara tak lama lagi akan naik kelas menjadi Lembaga Pemasyarakatan.

 

Pembenahan yang dilakukan Bambang Hendra Styawan bersama jajarannya, meliputi pembenahan di dalam dan pembenahan ke luar. Pembenahan di dalam dengan membuat beberapa program pemberdayaan dan pelatihan warga binaan. Sementara pembenahan ke keluar, yakni sosialisasi ke masyarakat tentang keberadaan Rutan bukan lagi penjara, melainkan lembaga pendidikan atau pelatihan bagi warga binaan.

 

“Sosialisasi ke masyarakat dengan cara ketuk tularkan ini sangat penting. Karena selama ini paradikma dimasyarakat sudah terbentuk bahwa rutan maupun lapas itu penjara, tempat para penjahat melakukan hukuman. Paradikma itu kita berusaha hilangkan, sehingga masyarakat tahu bahwa Rutan atau Lapas adalah lembaga pendidikan bagi warga binaan,” jelas Kepala Rutan Kelas II B Negara, Jembrana Bambang Hendra Styawan, Minggu (6/2/2020)

 

Sementara pembenahan ke dalam menurut Bambang adalah membuat program pemberdayaan dan pelatihan bagi warga binaan. Kelak nantinya setelah kembali berkumpul bersama keluarga dan masyarakat, warga binaan itu memiliki ketrampilan dan bisa membuat lapangan pekerjaan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar, sehingga berpenghasilan.

“Dengan demikian kita harapkan, setelah mereka keluar nanti (warga binaan) tidak lagi melakukan tindak pidana,” imbuhnya.

 

Program pelatihan dan pemberdayaan dalam Rutan Negara menurut Bambang meliputi, bidang peternakan, yakni memelihara ayam petelur dan ayam aduan dan beternak babi Kemudian dibidang perikanan, dengan memelihara ikan di dalam kolam. Ada juga lanjut Bambang dibidang pertanian dengan menanam berbagai sayur mayur.

 

“Kelompok produksi batako juga ada. Ini murni dilakukan oleh warga binaan dengan bimbingan petugas rutan,” beber Bambang.

Selain itu menurutnya ada pula kelompok usaha mobeler, yakni membuat almari, kursi, meja dan lainnya dari kayu jati. Termasuk ada kelompok kerajinan dari koran bekas menjadi produk kerajinan yang bernilai tinggi, seperti bokoran, bakul (sokasi) dan celengan serta produk kerajinan lainnya dari koran bekas. Semua program tersebut telah berjalan dengan baik.

 

“Kami harapkan para warga binaan setelah keluar atau bebas nanti punya ketrampilan dan memiliki penghasilan untuk keluarga,” imbuh Bambang.

 

Dengan demikian, secara tidak langsung telah mengubah menset masyarakat tentang Rutan atau Lapas. Masyarakat tidak lagi beranggapan bahwa Rutan itu penjara bagi penjahat melainkan lembaga pendidikan untuk warga binaan yang kebetulan tersangkut masalah hukum. Langkah ini menurut Bambang dilakukan karena Rutan Negara dijadikan pilot proyek menjadi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“Pembenahan dan pembinaan bukan saja kepada warga binaan, namun juga terhadap seluruh pegawai Rutan,” tutupnya.(ded)

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button