PPK 2.2 Provinsi Bali,Tangani Kerusakan Fasilitas Publik Akibat Cuaca Extrim

KARANGASEM, jarrakposbali.com | Cuaca extrim yang meliputi wilayah Bali, menyebabkan banjir , tanah longsor dan mengakibatkan beberapa kerusakan rumah dan pasilitas publik, hal tersebut disampaikan oleh (Pejabat Pembuat Komitmen) PPK 2.2 Provinsi Bali , Satuan kerja pelaksanaan jalan Nasional wilayah 2 Bali, I Made Budiana, Rabu (19/10/2022).

Budiana dalam wawancaraya dengan awak media jarrakposbali.com menyampaikan bahwa pihaknya telah menangani kerusakan di wilayah Satuan kerja pelaksanaan jalan Nasional wilayah 2 Bali,
Pihaknya telah melakukan penanganan berdasarkan laporan penanganan longsor pada ruas jalan (041) Klungkung, Penekokan, Ulundanu, Senin (17/10). Dimana kejadian berawal dari curah hujan yang cukup tinggi yang disertai angin kencang melanda daerah Kabupaten, Karangasem, khususnya pada ruas (041) Klungkung – Penelokan – Ulundanu yang mengaku longsor di beberapa titik lokasi.

“Dari informasi dilapangan terdapat 4 titik longsor, yaitu pada Km 56+500, Km 56+600, Km 57+200, dan Km 61+600. Semuanya terjadi di satu link ruas (041) Klungkung – Penekokan – Ulundanu,” ungkapnya.
Sedangkan pada titik longsor Km 56+500, akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan pepohonan pada tebing bawah tumbang dan merusak dan mengikis tebing dibawah. Jika tidak segera ditangani, lama-kelamaan akan menyebabkan badan jalan amblas dan longsor.

“Sedangkan pada titik longsor Km 56+600 dan Km 61+600, curah hujan yang tinggi menyebabkan lereng pada ruas tersebut longsor dan material longsor menutupi sebagian jalan sehingga mengganggu arus jalan sekitarnya, ” tegasnya.
Kemudian tim reaksi cepat PJN2 PPKย 2.2 Provinsi Bali yang dibagi beberapa grup kerja, melakukan pembersihan sisa bekas longsoran yang menutupi badan jalan ( titik longsor Km 57+500 dan Km 61+600) serta melakukan survei dan perhitungan teknis (titik longsor Km 56+500 dan Km 57+200) sebagai penanganan sementara. Selain itu tim juga memasang rambu-rambu dan police line serta pemasangan terpal pada tebing untuk menghindari gerusan air.

“Setelah dilakukan perhitungan teknis pada lereng tersebut,ย akan dilakukan penanganan baik dilokasi banjir maupun di lokasi longsor yang akan di usulkanย secara permanen,” pungkasnya.(Tude).



