
DENPASAR, jarrakposbali.com – Upaya mendorong transformasi sektor pariwisata Indonesia kembali memasuki babak baru. Kurator model investasi PandAI, Dmytro Tsykaliuk, menggelar pertemuan strategis dengan perwakilan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), yakni Commercial Regional Head Area Bali Nusra Sub-Regional, Respati Budi Kristyantoro.
Pertemuan tersebut berlangsung di kawasan Pelabuhan Benoa, dengan agenda utama membahas peluang pembangunan proyek taman hiburan modern sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur investasi di Bali.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak mengeksplorasi potensi pemanfaatan lahan yang berada di bawah pengelolaan Pelindo. Lokasi yang dipertimbangkan dinilai sangat strategis karena berada dekat pelabuhan serta terhubung dengan akses utama, termasuk jalan tol, sehingga memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Proyek ini diperkirakan memiliki nilai investasi mencapai puluhan juta dolar AS dan diharapkan dapat menjadi katalis baru dalam pengembangan destinasi wisata berbasis hiburan modern di Indonesia, khususnya di Bali.
Selain itu, pembahasan juga menyoroti pentingnya sinergi antara sektor publik dan swasta dalam menciptakan ekosistem investasi yang berkelanjutan. Kehadiran taman hiburan berskala besar dinilai tidak hanya akan memperkuat daya saing pariwisata Bali, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Meski masih dalam tahap penjajakan awal, kedua pihak menunjukkan komitmen untuk melanjutkan pembahasan ke tahap berikutnya, termasuk studi kelayakan dan perencanaan teknis yang lebih mendalam,” ujar perwakilan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), yakni Commercial Regional Head Area Bali Nusra Sub-Regional, Respati Budi Kristyantoro, Senin (20/4).
Jika terealisasi, proyek ini berpotensi menjadi salah satu tonggak penting dalam diversifikasi atraksi wisata di Bali, yang selama ini dikenal dengan kekayaan budaya dan alamnya, menuju pengembangan destinasi hiburan modern berkelas internasional.(JpBali).



