
SINGARAJA, jarrakposbali.com – Proyek Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali pada bulan Mei 2023, pembangunannya sudah mencapai 33,28 persen.
Progres ini diungkapkan Konsultan Manajemen Konstruksi dari Universitas Udayana, Anak Agung Gde Agung Yana; saat peninjauan tower besama KPID Bali.
Agung Yana mengungkapkan bahwa progres pembangunan 33,28 persen untuk saat ini sudah melewati target awal yakni 28 persen.
“Progres proyek Turyapada Tower sudah 33,28 persen dari rencana awal 28 persen, ada plus positif sekitar enam persen,” jelasnya pada Selasa, 30 Mei 2023.
Terkait dengan target rampungnya pembangunan menara, Agung Yana menjelaskan bahwa rencana penyelesaian yakni bulan Agustus dengan pemasangan penguat struktur menara (core wall) yang tentunya sudah memasuki tahap akhir pemasangan atap (topping off).
“Bulan Agustus dari rencana kita core wall sudah topping off sehingga kita sudah pasang antena terestrial untuk bisa melakukan siaran tv digital,” jelasnya.
“Sehingga Agustus atau September sudah mulai beroperasi, bisa siaran tv digital,” lanjut Yana.
Temui beragam kendala
Pembangunan hingga bulan Mei 2023 yang berawal dari bulan Juli 2022 lalu, Dosen Teknik Sipil Universitas Udayana itu menjelaskan bahwa mereka menemui beragam kendala.
Mulai dari kondisi cuaca yang sering kali hujan dan berkabut yang membuat pekerja tak dapat menyelesaikan pekerjaan satu hari penuh.
Kemudian sulitnya pengeboran tanah lantaran kondisi tanah yang keras, sehingga pengeboran tanah memakan waktu yang cukup lama.
Lalu proyek yang pertama kali berada di atas bukit ini pun membuat para pekerja hingga manajemen harus berpikir keras untuk menggunakan metode yang sesuai sehingga keamanan dan mutunya tercapai.
“Core wall tower juga jadi kendala karena proyek pertama kali sehingga memerlukan metode pas agar keamanan dan mutu tercapai,” ungkapnya.
Sesuai dengan kontrak, Agung Yana menyebutkan bahwa untuk pelaksanaan pembangunan menara Turyapada Tower sampai dengan bulan Oktober 2023.
Namun proyek ini akan berkelanjutan mengingat masih ada pembangunan fasilitas pendukung sehingga memberikan nilai tambah untuk pariwisata.
“Penyelesaian akan bertahap, ada glamping, gondola, dan lainnya masih tahap tender. Tentu ini akan berkelanjutan”, pungkas Agung Yana.
Sekedar informasi, Turyapada Tower terletak di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, dengan ketinggian tower mencapai 16 meter.
Tower ini berfungsi untuk mengatasi terbatasnya jangkauan siaran televisi (blank spot) dan akses internet, khususnya di wilayah Buleleng.
Sehingga masyarakat di Kabupaten Buleleng dapat menikmati siaran televisi tanpa harus memasang parabola dan dapat menikmati siaran seperti di Bali Selatan. (fJr/JP)



