
SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Dengan pura-pura bertanya, jambret berhasil membawa kabur kalung milik seorang pedagang di Busungbiu.
Kasus penjambretan kembali terjadi dan kali ini terjadi di wilayah Banjar Dinas Bale Dana, Desa Titab, Kecamatan Busungbiu, Buleleng.
Peristiwa penjambretan ini terjadi pada hari Kamis, 19 Mei 2022 sekitar pukul 16:00 WITA.
Kejadian ini menimpa Ni Luh Suartini, seorang perempuan asal Desa Titab, Busungbiu saat menjaga Toko Lingga Sari yang berada di Jalan Raya Desa Titab-Telaga.
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya, S.H., menerangkan bahwa korban saat itu didatangi pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Vario.
“Pada saat korban sedang menunggu toko, tiba-tiba ada orang yang tidak dikenal mengendarai sepeda motor Honda Vario berhenti di depan toko,” ujar AKP Gede Sumarjaya, S.H.
Pelaku kemudian berniat membeli oli, namun korban menjawab tidak menjual oli.
Selanjutnya korban kembali dihadapkan dengan pertanyaan terkait dijualnya bensin di toko tersebut, namun lagi-lagi korban menjawab tidak menjualnya.
Disaat yang bersamaan pula, melihat korban menggunakan kalung, pelaku seketika menarik kalung yang dikenakan korban.
“Saat itu pelaku berpura-pura membeli oli dan bensin, karena tidak ada, tapi melihat korban menggunakan kalung lalu ditarik,” terang Kasi Humas Polres Buleleng itu.
Namun usaha pelaku mendapat perlawanan dari korban lantaran kalung yang dikenakannya itu sempat dipegangnya saat dijambret.
“Korban sadar, sempat memegang kalungnya hingga putus, hanya beberapa bagian kalung yang berhasil diambil,” ujar AKP Gede Sumarjaya, S.H.
Setelah berhasil menjambret kalung tersebut, pelaku menggunakan sepeda motornya kemudian kabur ke arah Desa Telaga.
Namun sangat disayangkan lantaran nomor polisi kendaraan milik pelaku tidak diingat oleh korban.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp500.000.
“Polsek Busungbiu telah melakukan tindakan seperti pengejaran serta menutup akses keluar masuk Desa Telaga, namun sayang pelaku lebih dulu kabur,” tutur AKP Gede Sumarjaya, S.H.
[irp]
Ada indikasi pelaku yang sama
Sehubungan dengan kasus penjambretan yang juga terjadi sebelumnya di wilayah Buleleng Barat, Kasi Humas Polres Buleleng menyebutkan pelaku bisa saja orang yang sama.
Hal ini juga karena kasus penjambretan yang terjadi dalam jangka waktu yang berdekatan.
“Jadi tidak menutup kemungkinan juga ini dilakukan oleh orang yang sama walaupun menggunakan sepeda motor yang beda,” katanya.
[irp]Kalau ada kasus serupa agar teriak
Berkaitan dengan kasus penjambretan yang sudah masuk ke desa, Kasi Humas Polres Buleleng berpesan apabila mengalami kejadian serupa agar berteriak guna menarik perhatian.
Selain itu, dirinya juga berpesan kepada masyarakat agar tidak menggunakan barang-barang emas yang dapat menarik perhatian pelaku kejahatan.
Terlebih lagi, belakangan ini kasus penjambretan di Kabupaten Buleleng tengah marak dan belum diketahui pelakunya.
“Harapan kedepan, kalau ada peristiwa serupa, teriaklah, apalagi di desa, agar menarik perhatian sehingga dapat dikejar,” harapnya.
“Himbauan juga, kalau keluar rumah tidak mengenakan barang-barang berharga dari emas untuk mencegah tindak pidana penjambretan,” pesan Kasi Humas Polres Buleleng. (fJr/JP)



