
DENPASAR, jarrakposbali.com – Rintik hujan yang sempat membasahi kawasan Lapangan Niti Mandala Renon, Minggu 22 Februari 2026 pagi itu, tak mampu meredupkan semangat warga yang datang berolahraga sekaligus belajar mengelola sampah dari rumah.
Di tengah suasana car free day yang tetap hidup, Tim Penggerak PKK Kota Denpasar bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar menghadirkan aksi nyata memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) melalui edukasi dan pembagian ratusan compost bag gratis kepada masyarakat.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara edukasi, aksi lingkungan, dan kebersamaan. Penampilan Seniman Nongcret Dewata menambah semarak suasana, sementara warga tampak antusias mengantre untuk mendapatkan compost bag serta mendengarkan penjelasan langsung tentang cara memilah sampah dari rumah tangga.
Kehadiran Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, semakin menguatkan pesan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni keluarga.
โMelalui momentum Hari Peduli Sampah Nasional ini, mari kita mulai perubahan dari diri sendiri dan keluarga. Penggunaan compost bag adalah langkah sederhana, namun berdampak besar bagi lingkungan,โ ujar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa.
Di bawah kepemimpinan Ny. Sagung Antari Jaya Negara, TP PKK Kota Denpasar terus mendorong kader PKK dan Posyandu menjadi motor penggerak perubahan pola pikir masyarakat. Pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai urusan pemerintah semata, melainkan gerakan bersama yang tumbuh dari rumah tangga.
Langkah kecil berupa pemilahan sampah organik melalui compost bag diharapkan mampu menekan volume sampah yang berakhir di tempat pengolahan akhir sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
โKegiatan ini merupakan bentuk sinergi DLHK bersama TP PKK Denpasar. Tidak hanya dibagikan gratis, masyarakat juga kami dampingi cara pemakaiannya agar benar-benar diterapkan di rumah,โ jelas Kepala DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa.
Semangat gotong royong yang terasa sepanjang kegiatan menjadi cerminan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tumbuh kuat di tengah masyarakat Kota Denpasar. Dari sebuah compost bag sederhana, lahir harapan besar tentang perubahan perilaku, tentang keluarga yang lebih sadar memilah sampah, dan tentang kota yang terus bergerak menuju masa depan yang bersih dan berkelanjutan.(JpBali).



