Berita

Sinergi TPID dan TP2DD Gianyar: Digitalisasi Keuangan Demi Ekonomi yang Stabil dan Aman

High Level Meeting di Gianyar Tegaskan Komitmen Pengendalian Inflasi dan Percepatan Transformasi Digital Daerah

jarrakposbali.com, GIANYAR – Suasana Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar pagi itu terasa berbeda. Tak hanya dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, tetapi juga para pelaku perbankan, instansi vertikal, hingga stakeholder dari sektor riil. Mereka berkumpul dalam satu tujuan: memperkuat sinergi antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dalam menghadapi tantangan ekonomi dan teknologi yang semakin kompleks.

Dengan mengusung tema “Digitalisasi Keuangan Daerah untuk Keberlanjutan Gianyar Aman yang Semakin Terdepan,” kegiatan High Level Meeting (HLM) ini menjadi ruang kolaboratif untuk menggagas solusi nyata bagi stabilitas harga dan penguatan keuangan daerah melalui jalur digital.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, menegaskan bahwa tantangan inflasi bukan hanya urusan angka, melainkan menyangkut daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi lokal yang memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat Gianyar. Menyikapi hal itu, ia menekankan pentingnya keterpaduan antara pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi, yang kini menjadi prioritas dalam pembangunan daerah.

“TPID dan TP2DD adalah dua instrumen vital yang tidak bisa berdiri sendiri. TPID mengawal stabilitas harga, sementara TP2DD mendigitalisasi pengelolaan keuangan daerah untuk efisiensi dan transparansi. Keduanya harus bersinergi erat agar kita bisa melangkah cepat dan tepat,” ujar Wabup Agung Mayun.

Ia juga menyampaikan bahwa penguatan ekosistem transaksi digital di Gianyar dapat dimulai dengan optimalisasi peran Bank Pembangunan Daerah dan modernisasi sistem pembayaran berbasis QRIS, e-money, hingga platform e-commerce lokal yang menyasar pasar tradisional dan destinasi wisata.

Lebih jauh, inisiatif digitalisasi ini tak hanya bersifat administratif, tapi juga menyentuh aspek pemberdayaan, khususnya bagi pelaku UMKM. Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar tren, tapi keharusan agar UMKM Gianyar mampu bertahan dan bersaing dalam dinamika ekonomi global.

HLM ini juga menjadi momentum peluncuran blueprint kawasan digital Tirta Empul, sebuah inisiatif strategis untuk menjadikan kawasan wisata unggulan Gianyar lebih terintegrasi dengan sistem pembayaran digital. Acara diakhiri dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok tani dan subak sebagai bentuk komitmen nyata terhadap penguatan sektor riil.

Kegiatan ini tak sekadar forum diskusi, tetapi sebuah pernyataan bersama: bahwa Gianyar siap menghadapi masa depan dengan ekonomi yang inklusif, berbasis digital, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Mari kita jadikan ini sebagai titik tolak untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah yang lebih tangguh, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tutup Wabup Agung Mayun dengan penuh harap.(jpbali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button