Solusi Zero Blankspot Bali: Wayan Koster Hadirkan Turyapada Tower untuk Jangkauan TV Digital Lebih Luas
Gubernur Bali Wayan Koster sukses atasi masalah komunikasi dan TV digital, hadirkan saluran jernih bagi krama Bali.

jarrakposbali.com,DENPASAR – Masalah blankspot komunikasi dan TV digital yang selama ini mengganggu krama Bali di wilayah Buleleng dan Jembrana akhirnya teratasi. Di bawah kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster, Turyapada Tower kini hadir sebagai solusi, memperluas jangkauan dan memberikan saluran TV digital yang jernih bagi seluruh masyarakat Bali.
Semua ini dimulai dari karya monumental pembangunan Turyapada Tower di Pegayaman Sukasada Buleleng. Kini, telekomunikasi dan saluran TV digital di Buleleng, Jembrana dan sekitarnya telah dirasakan berkat bantuan pemancar menara multifungsi, Turyapada Tower.
Warga sudah bisa menonton sembilan saluran TV digital dengan kualitas terang dan jernih. Tak lagi merasakan kendala signal saat berkomunikasi melalui handphone (HP) di wilayah Buleleng.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan saat ini baru sembilan stasiun TV digital yang mengudara dari gellombang pemancar Turyapada Tower. Selanjutnya, secara bertahap akan ada 30 stasiun TV yang bisa diakses warga.
“Turyapada Tower sudah memancarkan saluran sembilan stasiun TV, nanti akan ditingkatkan lagi menjadi total 30 stasiun. Dari laporan, di Buleleng sudah mulai berfungsi siarannya lebih banyak dibandingkan sebelum ada Turyapada Tower, hasil dan kualitas siaran jauh lebih bagus dan lebih terang,” jelas Koster, Rabu 18 Maret 2025 di Denpasar.
Koster mengakui jika komitmen dirinya membebaskan krama Buleleng dari blank spot mulai menunjukan titik terang. Tekad ini telah disampaikan sejak kepemimpinan sebagai Gubernur Bali periode pertama.
“Kehadiran Turyapada Tower dari sisi siaran televisi digital sudah terbukti menjawab persoalan yang dihadapi warga Buleleng selama ini. Ternyata tak hanya di Buleleng, jangkauannya jauh sampai ke Jembrana Bali Barat karena towernya tinggi,” jelas Koster.
Turyapada Tower tidak hanya berfungsi sebagai menara komunikasi dan informasi, tetapi juga akan menjadi destinasi wisata baru di Bali. Kehadirannya diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Luwus dan Wanasari. Dengan rencana pengelolaan yang profesional oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan pihak ketiga, Turyapada Tower diperkirakan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026, memberikan dampak positif bagi perekonomian dan pariwisata Bali.(jpbali).



