Berita

Sungguh Terlalu…! Akses Jalan Ditutup Tembok, Tiga Warga Ubud Dipolisikan

GIANYAR, jarrakposbali.com ! Akibat tindakannya yang menutup akses jalan umum, tiga orang warga Desa Ubud, Gianyar diadukan ke Polisi. Hingga kini kasus unik ini masih ditangani serius oleh pihak Polres Gianyar.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 30 Juli 2023 lalu di Gang Analia, Lingkungan Padang Tegal Kelod, Kelurahan Ubud, Gianyar.

Bermula dari I Made Suardana, Pande, warga, Ubud, Gianyar bersama Kompyang Wisastra Pande, pemilik hotel Camplung Sari asal warga Panjer, Denpasar Selatan, bermaksud membangun tempat parkir di lahan pribadi milik Suardana.

Untuk menuju lahan parkir yang dibangun tersebut, Suardana dan Komyang Wisastra Pande kemudian menyambung akses jalan umun Gang Analia tersebut yang sebelumnya terputus oleh saluran irigasi (parit).

“Di atas parit itu saya bagun jembatan agar bisa dilewati kendaraan. Ini tujuannya agar kendaraan baik roda dua maupun roda empat bisa masuk ke lahan parkir. Jarak dari parit ke lahan parkir yang saya buat hanya satu meter,” ujar Suardana, Senin (4/9/2023).

Namun entah alasan apa tiga orang warga setempat masing-masing, I Made Suparta, I Ketut Sumartawa dan I Wayan Admika, kemudian menutup akses jalan tersebut dengan membangun tembok dari batako.

“Dia bangun tembok batako tepat dibatas jalan, sehingga tidak bisa melintas ke lahan parkir yang saya buat termasuk ke hotel Camplung Sari,” terang Suardana.

Permasalah ini kemudian dilaporkan kepihak kelurahan dan diteruskan ke kecamatan. Kemudian diadakan pertemuan/mediasi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

Dari mediasi yang dihadiri oleh pihak desa/kelurahan, pihak kecamatan dan pihak kepolisian, Suardana mengatakan, Camat Ubud kemudian mengeluarkan surat keputusan bahwa jalan/Gang Analia tersebut merupakan jalan umum dan dirinya serta pihak hotel Camplung Sari berhak menggunakan akses jalan tersebut.

“Tapi meskipun camat telah mengeluarkan surat keputusan tersebut, ketiga orang tersebut (pelaku) tetap keberatan. Ini dibuktikan dengan surat keberatan yang dibuat mereka kepada Camat Ubud. Tapi Camat tetap pada keputusan awal saat mediasi,” tutur Suardana.

Karena itulah, dirinya bersama pihak Hotel Camplung Sari melaporkan ulah para pelaku ke Polsek Ubud. Berharap aparat kepolisian bisa menangani kasus tersebut dengan profesional sehingga dirinya dan pihak hotel bisa mendapatkan keadilan dari permasalahan tersebut.

“Saya dan pemilik hotel sudah memberikan keterangan kepada pihak penyidik. Untuk para terduga pelaku, informasinya hari ini akan dipanggil polisi. Mudah-mudahan kasus ini cepat tuntas dan kami bisa mendapatkan keadilan,” tutupnya.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button