Denpasar

Bertepatan Dengan Hari Jadi Provinsi Bali ke – 66 Tahun

DPRD Provinsi Bali, Gelar Rapat Paripurna ke-19

DENPASAR, jarrakposbali.com | Bertepatan dengan hari jadi Provinsi Bali yang ke-66, DPRD Provinsi Bali Gelar Rapat Paripurna ke-19, acara bertempat di Gedung Utama DPRD Provinsi Bali, Rabu (14/8/2024).

Rapat Paripurna dibuka oleh Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, dalam sambutanya menyebutkan bahwa, Pemerintah Provinsi Bali bersama-sama Pemerintah Kota/Kabupaten, segenap Sivitas Akademika, Dunia usaha dan industri, Rohaniawan, Tokoh Adat, Seniman, Budayawan,Media, serta berbagai komponen Masyarakat Bali telah berhasil membangun tatanan pemerintahan yang baik dengan berbagai pencapaian prestasi.

“Situasi Bali secara umum shanti dan sangat kondusif,kesejahteraan rakyat terutama kebutuhan dasar, yaitu Pangan, Sandang, dan Papan,”ujarnya.

“Dimana setelah tertangani dengan baik sehingga dapat menekan Kemiskinan Esktrem, Pengangguran Terbuka, dan Prevelensi Stunting,”paparnya.

Pj.Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya, dalam kesempatanya menyebutkan bahwa untuk mengatasi tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Bali, karena berdampak langsung dengan kesejahteraan rakyat, penanganannya dilakukan secara komprehensif,  lintas Organisasi Perangkat Daerah, dan menyertakan berbagai stakeholder. Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi masalah pengangguran terbuka tersebut, dengan melakukan pemetaan/pendataan profil kerja (pencari kerja dan ketersediaan lapangan kerja);memfasilitasi pelatihan kepada pencari kerja guna meningkatkan kompetensi pencari kerja, melakukan pembinaan dan pengawasan kepada lembaga pelatihan kerja guna meningkatkan mutu lembaga pelatihan kerja tersebut, serta melakukan pembinaan dan pengawasan kepada agen atau penyalur tenaga kerja guna memberikan perlindungan kepada pencari kerja.

“Memfasilitasi informasi kerja melalui bursa kerja, memfasilitasi kemudahan berusaha, pemberian bantuan modal usaha untuk memulai usaha, dan fasilitasi pengembangan UMKM, serta Memastikan ketaatan Dunia Usaha dan Industri untuk mempekerjakan tenaga kerja difabel dan tenaga kerja local,”ujarnya.

“Sama halnya dengan kemiskinan ekstrem, penanganan stunting menjadi prioritas utama untuk ditangani karena menyangkut tumbuh kembang anak bangsa,”jelasnya.

Upaya penanganan stunting dilakukan terutama mulai dari hulu dengan melakukan intervensi spesifik dan intervensi sensitif untuk mencegah terjadinya  stunting melalui edukasi terhadap remaja putri, pemantauan dan pendampingan terhadap ibu hamil dan Balita yang beresiko stunting, serta penanganan terhadap Balita stunting. Untuk percepatan mengatasi berbagai persoalan tersebut dan menjawab isu-isu strategis lainnya, Pemerintah Provinsi Bali bersama stakeholder terkait telah melakukan program dan kegiatan-kegiatan unggulan, seperti: untuk ekstrem, mengatasi persoalan kemiskinan, kemiskinan stunting, dan permasalahan sosial kemasyarakatan lainnya yang diperhadapkan dengan keterbatasan fisikal daerah dilakukan dengan Ngrombo, mengeroyok persoalan tersebut secara bersama-sama.

Dengan Ngrombo Bansos oleh berbagai organisasi kemasyarakatan, Ngrombo Bansos oleh OPD dengan tag line Pemprov Bali Hadir, pembentukan Forum TJSL guna optimalisasi CSR, melakukan afirmasi bagi masyarakat miskin ekstrem, yatim piatu, dan disabilitas untuk memastikannya diterima di sekolah negeri SMA/SMK, memastikan UHC 100%, serta memastikan ketaatan Dunia Usaha dan Industri untuk memperkejakan disabilitas minimal 1%, dimana untuk meningkatkan kenyamanan bagi keamanan wisatawan dan dengan membentuk Satuan Polisi Pamong Praja khusus Pariwisata dengan mindset tugas memberikan informasi, pelayanan dan pertolongan kepada  wisatawan.

Untuk mengatasi persoalan sampah dengan melakukan berbagai cara atau multi solution, terutama mendorong melakukan pemilahan sampah (memperlakukan sampah dengan baik), penanganan sampah berbasis sumber, optimalisasi penanganan sampah di TPS3R dan TPST, serta merencanakan penggunaan teknologi incinerator.

“Mengatasi kemacetan dari dan ke DTW favorit dengan menugaskan perusahaan daerah bekerjasama dengan mitra strategis (Investor Club) untuk pembangunan dan pengembangan koridor transportasi massal berbasis kereta (Bali Urban Rail and Associated Facilities) sebagai model baru pembiayaan pembangunan  agar tidak membebani APBN dan APBD,”sebutnya.

Selanjtutnya dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal Bali dengan mendorong dilakukan sertifikasi produk dan telling story (memberikan informasi produk tersebut), untuk mengatasi masifnya pembangunan yang tidak memperhatikan daya tampung dan Kearifan Lokal dengan membentuk Tim Terpadu Pembinaan dan Pengawasan Pembangunan Provinsi Bali. Astungkara, melalui kolaborasi semua pihak, Kinerja Pembangunan Provinsi Bali secara umum lebih baik seperti: dibandingkan rata-rata nasional.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali terus bertumbuh, pada triwulan I Tahun 2024 sebesar 5,98%, dan pada triwulan II sebesar 5,36%; Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Belaku (ADHB) terus meningkat, pada triwulan II Tahun 2024 sebesar lebih dari Rp 74,77 triliun. Total Investasi di Bali terus meningkat, bahkan total investasi pada triwulan II tahun 2024 sudah mencapai Rp 17,998 Triliun atau melampaui target total investasi tahun 2024 sebesar Rp 16,230 Triliun; Persentase penduduk miskin dan miskin ekstrem di Bali terus berkurang, data BPS Tahun 2024 untuk persentase penduduk miskin P 12 sebesar 4%, sedangkan persentase kemiskinan ekstrem di Provinsi Bali sebesar 0,19%; .

Dimana Tingkat Pengangguran Terbuka terus berkurang, data BPS Tahun 2024 tercatat sebesar 1,87%; , Indeks Gini Ratio Provinsi Bali berkurang, data BPS Tahun 2024 sebesar 0,361; dan  Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali meningkat, data BPS Tahun 2024 mencapai 77,10. Untuk dukungan Kegiatan Pelaksanaan Pemilukada Serentak Tahun 2024 di Provinsi Bali, astungkara dana hibah dari Pemerintah Provinsi dan dana hibah dari Kabupaten/Kota se-Bali kepada KPU Daerah, Bawaslu Daerah, Polri, dan TNI sudah terealisasi 100%. P 13 Pada kesempatan yang baik ini.

“Kami mohon peran serta dan kerjasama, Ngrombo dari seluruh stakeholder agar Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Walikota/ Wakil Walikota se-Bali dapat terlaksana dengan damai, aman, lancar, dan sukses dengan mengedepankan prinsip-prinsip pelaksanaan Pemilu yang demokratis,”paparnya.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Bali untuk menyampaikan rasa hormat, terima kasih, dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pendiri, para pejuang, dan para pemimpin Bali terdahulu yang telah mengantarkan kita ke tingkat kehidupan seperti sekarang ini, semoga karya nyata dan sumbangsih yang diberikan menjadi tanda mata bagi generasi saat ini dan anak cucu kita di masa yang akan dating,”lanjutnya.

“Terimakasih kepada seluruh masyarakat Bali dan seluruh jajaran Pemerintahan Provinsi Bali yang telah berperan aktif, bahu-membahu ”Ngrombo”, berupaya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan bahagia secara Sakala – Niskala, memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat Bali,”sebutnya.

“Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa, Ida Bhatara-Bhatari Lelangit dan Ida Bhatara-Bhatari di Pura-Pura sajebag jagat Bali senantiasa memberikan bimbingan dan tuntunan kepada kita sekalian, serta pikiran yang baik datang dari segala arah dalam Dharma Bhakti kita kepada Nusa, Bangsa, dan Negara,”pungkasnya.(jpbali).

Editor : Putu Gede Sudiatmika.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button