BeritaDenpasarPariwisatawisata
Trending

Jawa Timur dan Bali Perkuat Sinergi Pariwisata

Audiensi Disbudpar Jatim dengan ASITA Bali membuka peluang promosi bersama, perluasan pasar, dan konektivitas industri wisata.

DENPASAR, jarrakposbali.com – Suasana hangat terasa di BTB Meeting Room, Bali, Rabu 22 April 2026. Sejumlah pelaku industri pariwisata hadir dalam audiensi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dengan DPD ASITA Bali.

Bali selama ini dikenal sebagai salah satu gerbang utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. Banyak wisatawan yang datang ke Bali sering kali melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Nusantara. Kondisi ini dilihat sebagai peluang untuk memperluas arus kunjungan ke Jawa Timur.

“Bali memiliki posisi penting dalam jalur wisata internasional. Karena itu sinergi antar daerah menjadi langkah alami untuk memperluas perjalanan wisatawan ke destinasi lain,” ujar Sari Wasananing Ketua Tim Kerja Komonikasi Pemasaran dan Promosi Parekaraf.

Dalam audiensi tersebut, Jawa Timur menawarkan agenda Direct Promotion Jawa Timur 2026 yang akan mempertemukan seller dan buyer industri wisata. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang temu bisnis yang memperkuat jejaring pasar.

“Kami menyiapkan table top dengan 20 seller dan dibutuhkan sekitar 60 buyer dari pihak ASITA Bali. Harapannya lahir kerja sama baru yang memberi manfaat bagi kedua daerah,” jelasnya.

Pertemuan bisnis seperti ini sering menjadi awal lahirnya paket wisata lintas daerah. Wisatawan yang sebelumnya fokus ke satu destinasi dapat diarahkan untuk menikmati perjalanan yang lebih panjang dan beragam.

“Wisatawan saat ini menyukai pengalaman perjalanan yang lengkap. Kolaborasi Bali dan Jawa Timur bisa menjawab kebutuhan itu,” katanya.

Sementara itu, Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, menyambut positif langkah tersebut. Menurutnya, kekuatan jaringan travel di Bali dapat menjadi pintu masuk promosi destinasi lain di Indonesia, termasuk Jawa Timur.

“Pelaku usaha di Bali memiliki koneksi pasar internasional yang luas. Jika disinergikan, manfaatnya akan terasa bagi pertumbuhan pariwisata nasional,” ujar Winastra.

Ia juga menilai peran asosiasi tetap penting dalam menjaga komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah. Di banyak kasus, kemajuan sektor wisata hadir ketika regulasi, promosi, dan kebutuhan pasar berjalan searah.

“Asosiasi menjadi jembatan yang memahami dinamika lapangan. Saat kolaborasi terbangun, industri bergerak lebih sehat dan terarah,” tambahnya.

Audiensi yang berlangsung sederhana itu membawa pesan yang cukup besar. Ketika Bali dan Jawa Timur saling membuka ruang kerja sama, yang tumbuh bukan hanya angka kunjungan wisatawan, tetapi juga ekonomi daerah, peluang usaha, dan kepercayaan antar pelaku industri.

Turut mendampingi dalam audiensi tersebut Sekretaris ASITA Bali I Nyoman Suberata, Waka Destinasi I Wayan Suberata, serta Waka Bidang Organisasi Gusti Ayu Kade Purnamawati.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button