Khidmat dan Sakral, Wabup Guru Pandu Hadiri Mapepada IBTK di Pura Penataran Agung Besakih

KARANGASEM, Jarrakposbali.com | Suasana sakral dan penuh khidmat menyelimuti kawasan Pura Penataran Agung Besakih pada Rabu (1/4/2026), saat Wakil Bupati Karangasem, Guru Pandu, menghadiri prosesi Mapepada dalam rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK). Prosesi ini menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian upacara besar yang rutin digelar sebagai wujud bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Sejak pagi hari, ribuan pemedek dari berbagai penjuru Bali telah memadati areal pura terbesar di Pulau Dewata tersebut. Mereka datang dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk mengikuti persembahyangan serta menyaksikan jalannya prosesi Mapepada, yang sarat makna spiritual dan simbolis. Tradisi ini merupakan bentuk penyucian dan persembahan suci yang mencerminkan keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Kehadiran Wabup Guru Pandu dalam prosesi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian adat, budaya, dan tradisi keagamaan Bali. Dalam kesempatan itu, beliau tampak mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan penuh khidmat, sekaligus berinteraksi dengan para pemangku, sulinggih, serta masyarakat yang hadir.

โUpacara Ida Bhatara Turun Kabeh bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga merupakan momentum untuk memperkuat sradha dan bhakti umat. Pemerintah Kabupaten Karangasem akan terus hadir dan mendukung setiap kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya leluhur,โ ungkapnya di sela-sela kegiatan.
Prosesi Mapepada sendiri memiliki makna mendalam sebagai simbol pengorbanan suci yang dipersembahkan dengan tulus ikhlas. Melalui ritual ini, umat diajak untuk merenungkan nilai-nilai keseimbangan hidup serta pentingnya menjaga keharmonisan antara sekala dan niskala.
Rangkaian IBTK di Pura Besakih tahun ini berlangsung dengan tertib dan lancar, berkat sinergi antara panitia, aparat keamanan, serta dukungan penuh dari masyarakat. Pemerintah daerah juga turut memastikan berbagai fasilitas pendukung, termasuk pengaturan lalu lintas dan kebersihan kawasan, berjalan dengan optimal demi kenyamanan para pemedek.
Dengan berlangsungnya prosesi ini, diharapkan nilai-nilai spiritual dan budaya yang terkandung dalam setiap tahapan upacara dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang tercermin dalam pelaksanaan IBTK menjadi bukti nyata kekuatan adat dan budaya Bali yang tetap lestari di tengah perkembangan zaman.(Rno)



