
SINGARAJA, Jarrak Pos Bali โ Kegiatan kirab kambing keliling Kota Singaraja memeriahkan hari raya Idul Adha 2022 di Bali Utara.
Kegiatan unik terjadi di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng yakni kirab kambing yang digelar oleh Masjid Agung Jami’ Singaraja.
Kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat, 8 Juli 2022 sore itu, dilakukan dalam rangka menyambut dan memeriahkan hari raya Idul Adha 1443 H atau 2022 M.
Tampak kambing yang akan dijadikan hewan kurban itu, dipakaikan kustom dari kain yang sudah digambar berkaitan dengan Idul Adha.
Adapun Kirab Hewan Qurban 2022 ini, melewati rute dari Masjid Agung Jami’ Singaraja, kemudian Jalan Nangka, lalu Jalan Hasanudin.
Selanjutnya Jalan Jambu, masuk ke Jalan Sawo, lalu Jalan Diponegoro, kemudian Jalan Imam Bonjol, dan berakhir di Masjid Agung Jami’ Singaraja.
Sebagai momen hiburan
Sekjen Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Agung Jami’ Singaraja, Muhammad Rezza Yunus; menyebutkan kegiatan ini baru pertama kali dilakukan.
Menurutnya, ini sebagai bentuk hiburan bagi masyarakat Muslim Kampung Kajanan sebagai pengganti hiburan saat proses pemotongan sapi.
Sehingga dengan adanya kirab kambing bertajuk Kirab Hewan Qurban 2022 ini, dapat memberikan sesuatu yang dapat dikenang oleh masyarakat.
โBiasanya hiburan itu kami berikan saat pemotongan hewan sapi di areal Masjid. Tapi tahun ini pemotongan sapi dilakukan di Rumah Potong Hewan Pemaron,” ujarnya.
“Karena itu kami ingin membuat sesuatu yang bisa dikenang oleh masyarakat, ya kami gelar kirab ini,โ tambah Rezza.
โJuga berisi ajakan kepada masyarakat untuk berqurban di tahun-tahun mendatang,โ imbuh Sekjen BKM Masjid Agung Jami’ Singaraja itu.
Sejatinya, ada 15 ekor kambing dan tujuh ekor sapi yang akan dijadikan kurban namun yang dikirab hanya tujuh ekor kambing saja.

Sementara Ketua BKM Masjid Agung Jamiโ Singaraja, H. Hidayat Achdar; berharap momen ini ke depannya dapat dijadikan event pariwisata.
Selain sebagai momen hiburan bagi masyarakat serta anak-anak.
“Ke depan akan dibuat lebih bagus dan menarik sehingga nantinya bisa menjadi event pariwisata,” kata pria yang akrab disapa Bang Dayat itu.
“Ini akan kami jadikan event rutin,” pungkasnya. (fJr/JP)



