
GIANYAR, jarrakposbali com | Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali kembali melanjutkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terhadap SDM Desa Wisata di Taro, Gianyar.

Beberapa waktu yang lalu, Poltekpar Bali telah berhasil melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan di desa wisata Taro yang mendapatkan respon dan sambutan positif dari masyarakat yang terlibat.
Kegiatan pendampingan Desa Wisata Taro telah dilaksanakan sejak tahun 2020 dan berlanjut setiap tahunnya dengan berbagai pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat seperti Sosialisasi Pemahaman Sikap Dasar Hospitaliti, Profesionalisme dan CHSE, Pendampingan Pengelolaan Operasional Usaha Homestay, Pelatihan Pengelolaan dan Interpretasi Produk Desa Wisata Taro, Pelatihan Pemanduan Wisata serta Pelatihan Merangkai Bunga.
Melanjutkan keberhasilan dari program sebelumnya, kali ini Poltekpar Bali berfokus pada pendampingan SDM bidang merangkai bunga. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 28 s/d 30 Oktober 2022.
Program pengabdian masyarakat institusi ini merupakan kelanjutan dari beberapa kegiatan sebelumnya yang dilaksanakan secara konsisten untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan SDM desa wisata Taro, khususnya dalam pengembangan unit usaha bisnis merangkai bunga.
Ketua Tim Pendampingan Desa Wisata Taro Ni Made Tirtawati,S.Si.,M.Par. yang juga sebagai Sekretaris bidang Pengabdian kepada Masyarakat menyampaikan bahwa Desa Wisata Taro telah menjadi desa dampingan Poltekpar Bali.
“Kegiatan ini merupakan pendampingan tahun ketiga sehingga nantinya diharapkan Desa Wisata Taro menjadi desa wisata kategori mandiri di Bali dengan mengimplementasikan ilmu yang telah dibagikan oleh narasumber dan fasilitator”, ujarnya, Kamis (28/10).
Kegiatan pendampingan tentunya akan terus dilakukan secara berkesinambungan hingga unit bisnis merangkai bunga yang telah dibentuk mampu berdiri secara mandiri dan berkontribusi terhadap pengembangan desa.
“Kegiatan pendampingan melibatkan 15 peserta yang berasal dari pengelola desa wisata, staf BUMDES, anggota pokdarwis dan pengelola atraksi wisata di desa wisata Taro,” imbuhnya.
Para peserta sudah terlibat pada kegiatan sebelumnya dan telah membentuk komunitas perangkai bunga sebagai hasil dari kegiatan terdahulu.
Kepala Desa Taro, I Wayan Warka, menyampaikan apresiasi atas komitmen Politeknik Pariwisata Bali secara konsisten untuk melakukan pendampingan SDM Desa Wisata Taro.
“Dalam kegiatan ini, Poltekpar Bali mengundang narasumber dari Ikatan Perangkai Bunga Indonesia, I Komang Budinata,”jelasnya.
Selain itu, dosen Poltekpar Bali juga berperan sebagai fasilitator yang memberi penguatan terhadap materi yang telah disampaikan pada kesempatan sebelumnya. Materi pendampingan dari narasumber adalah pembuatan papan bunga komersial dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah ditemui di sekitar kawasan Taro.
“Desa Wisata Taro terkenal dengan daerahnya yang subur, sehingga memiliki banyak ragam tanaman hias yang dapat dimanfaatkan untuk unit usaha bisnis merangkai bunga”, ucapnya.
Dengan bahan-bahan yang melimpah seperti ini, tentunya sangat mudah untuk mengembangkannya menjadi prospek bisnis yang menjanjikanl.
Selain itu, juga dipaparkan materi dan praktik serta demonstrasi tentang cara membuat handbouquete komersial yang sedang trending saat ini oleh para fasilitator dari Poltekpar Bali, yaitu Ida Ayu Sri Puspa Adi, Ni Ketut Iswarini, dan I Gusti Ayu Putu Wita Indrayani. Kegiatan diikuti secara antusias oleh para peserta.
Para peserta juga diajak untuk melaksanakan kunjungan lapangan ke kebun bunga di daerah Bedugul, yakni Kebun Icevaria Bedugul dan Soewan Garden Pancasari. Dari kunjungan lapangan ini para peserta diharapkan mendapat pengetahuan dan wawasan yang lebih lengkap mengenai perencanaan serta pengelolaan kebun bunga. Karakteristik wilayah Bedugul dan Taro yang cukup mirip akan memberikan peserta gambaran umum tentang langkah dan upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kebun bunga.
Bapak Kepala Desa Taro, I Wayan Warka mengungkapkan rasa senangnya bisa diajak melihat langsung pengelolaan kebun bunga sehingga merasa optimis bisa melakukan hal yang sama di Taro.

“Dengan bimbingan dan pendampingan Poltekpar Bali, saya yakin kami bisa mempraktekkannya juga di desa kami,”tutup kepala Desa Taro I Wayan Warka.(td/jp).



