Bangga! Desa Wisata Pemuteran Raih Penghargaan ASEAN
Satu-satunya di Bali

SINGARAJA, jarrakposbali.com – Desa Wisata Pemuteran meraih penghargaan tingkat ASEAN dan menjadi satu-satunya wakil Bali.
Penghargaan itu adalah ASEAN Tourism Standard kategori Community-Based Tourism (CBT) yang diserahkan pada hari Minggu, 5 Februari 2023.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno; menyerahkan penghargaan tersebut di Marriot Hotel Yogyakarta.
Desa Wisata Pemuteran merupakan perwakilan Bali di tingkat Asia dan menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia.
Bersama dengan Desa Wisata Wae Rebo (NTT), Desa Wisata Pentingsari (Yogyakarta), Desa Wisata Silokek (Sumbar), dan Desa Wisata Tamansari (Jawa Timur).
Terkait penghargaan internasional itu, Ketut Sutrawan, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Segara Giri, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak mengaku sangat senang.
Hal ini tentu merupakan hasil kerja keras yang tidak instan serta dukungan kelompok masyarakat yang sifatnya berkelanjutan.
Sutrawan menyebutkan bahwa pihaknya melakukan berbagai upaya seperti konservasi terumbu karang secara berkelanjutan dan pembersihan lingkungan dilakukan setiap jumat.
Kemudian penanganan sampah yang menggandeng seluruh masyarakat desa dinas dan adat, dan membuat destinasi wisata baru sehingga lebih banyak pilihan bagi wisatawan yang berkunjung.
“Keikutsertaan kami ini tentunya tidak lepas dari raihan penghargaan pada saat mengikuti ADWI tahun 2021 sebagai Desa Wisata Mandiri,” ujarnya.
“Semua informasi tersebut menjadi acuan penilaian dan informasi yang di-upload juga hampir sama,” lanjutnya.
Pria yang akrab disapa Wawan Ode ini menyebutkan bahwa raihan ini secara tidak langsung menjadi nilai positif bagi perkembangan wisata di Desa Pemuteran.
Yang secara otomatis makin dikenal di setiap negara ASEAN, sekaligus menjadi media promosi tidak hanya di ASEAN namun juga di lingkup internasional.
Sutrawan juga berharap dengan adanya penghargaan internasional ini, juga dapat mengembangkan UMKM serta menggerakkan roda perekonomian yang berkaitan.
Dapat menjadi percontohan
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, I Gede Dody Sukma Oktiva Askara; berujar bahwa Desa Wisata Pemuteran sangat layak menerima penghargaan tersebut.
Lantaran memiliki destinasi wisata dengan konsep ekowisata laut dan bukit, juga mempunyai atraksi budaya yang menjadi daya tarik tersendiri.
Desa Pemuteran pun ke depan dapat menjadi percontohan pengembangan ekowisata yang berbasis CBT oleh daerah lain.
Dengan meniru konsep wisata yang mengedepankan pelestarian alam dan lingkungan.
Dody Sukma juga menjelaskan bahwa Community Based Tourism (CBT) atau Pariwisata Berbasis Masyarakat sangat menarik untuk dilakukan.
Karena pariwisata yang digerakkan oleh kumpulan masyarakat tidak hanya berfokus pada keuntungan tetapi juga pada keberlangsungan lingkungan, sosial, maupun budaya.
CBT juga dianggap sebagai sebuah skema kegiatan masyarakat lokal melalui komunitas yang memiliki peran di bidang kepariwisataan.
Mulai dari perencanaan dan pengganggaran daerah tujuan wisata, sampai membuat perencaanaan yang akan dilakukan lima tahun ke depan.
“Hal ini membuat masyarakat tidak hanya menjadi penonton tapi juga sebagai pelaku pariwisata sekaligus pemilik usaha,” tutupnya. (fJr/Ag/JP)



