BeritaDenpasar

Maraton Prama Sanur Beach Siapkan 4.500 Pelari dari 32 Negara

DENPASAR, jarrakposbali.com – Kadang sebuah acara olahraga tumbuh lebih besar daripada sekadar kompetisi fisik. Maraton Prama Sanur Beach 2026 mulai terasa seperti itu. Suasananya tidak hanya tentang garis start dan garis finis. Banyak orang menyadari bahwa gelaran ini ikut membentuk cara Bali menghadirkan pariwisata yang lebih beragam. Pada Rabu pagi, di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Rabu 4 Febroari 2026, perbincangan kecil tentang rute lari berubah menjadi diskusi mengenai peluang baru bagi Denpasar dan Sanur.

Gubernur Wayan Koster menyimak pemaparan manajemen Prama Sanur Beach mengenai persiapan lomba. Agenda tersebut membawa angin segar bagi kalender kegiatan pariwisata Bali yang selama beberapa tahun terakhir semakin akrab dengan konsep sport tourism. Dalam suasana yang santai namun terarah, Gubernur memberi beberapa catatan agar penyelenggaraan maraton tahun ini tampil lebih matang.

“Ini memberi ruang bagi peningkatan kunjungan wisatawan. Sport tourism seperti maraton perlu dibangun lebih terstruktur karena dapat menjadi bagian penting dalam promosi Bali di mata dunia,” ujar Koster.

Sering kali sebuah acara besar berdiri di atas kerja banyak komunitas. Laporan Panca R Sarungu menunjukkan bagaimana 45 komunitas pelari mengambil peran dalam persiapan kegiatan ini. Para pelari dari dalam dan luar negeri sudah mulai mengatur perjalanan mereka.

Ada yang tertarik dengan rute Pantai Mertasari, ada yang penasaran dengan suasana pagi di sekitar By Pass, dan tidak sedikit yang ingin mencoba area Mountig Siokan yang mulai sering dibicarakan sebagai spot lari yang menyenangkan.

“Kami melihat antusiasme peserta yang cukup luas. Ada pelari dari 32 negara yang sudah mengonfirmasi kehadiran. Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang membuka ruang dukungan untuk acara ini,” kata Panca.

Pada akhirnya, maraton ini tampil sebagai pertemuan antara olahraga, wisata, dan komunitas. Banyak pihak berharap bahwa gelaran yang melibatkan 4.500 pelari ini bisa meninggalkan kesan baik dan memunculkan tradisi baru di kawasan Sanur. Masyarakat Denpasar menunggu bagaimana rute yang ditawarkan mampu menghadirkan pengalaman lari yang ramah, indah, dan memberi cerita baru bagi setiap peserta yang datang dari berbagai penjuru dunia.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button