Undiksha Optimalkan Penerapan e-Office dan TTE
Wujudkan Layanan Efektif dan Efesien

SINGARAJA, jarrakposbali.com – Untuk wujudkan layanan yang efektif dan efisien, Undiksha optimalkan penerapan e-Office dan TTE.
Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengoptimalkan penerapan e-Office dan Tanda Tangan Elektronik (TTE).
Tentu hal ini sebagai upaya untuk mewujudkan pelayanan yang semakin efektif dan efisien.
Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Undiksha, I Ketut Resika Artana, S.T., M.Kom., menyebutkan bahwa penerapan sistem ini perlu dioptimalkan.
Meskipun e-Office dan TTE Undiksha ini sudah mulai digagas pada tahun 2019.
Namun pemahaman staf terkait penerapan e-Office dan TTE akan berdampak pada pelayanan Undiksha yang semakin baik dan berkualitas.
Optimalisasi penerapan sistem ini dijelaskan melalui Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Bali Taman, Buleleng, pada Rabu, 23 November 2022.
“Jadi dengan e-Office, distribusi dokumen, persuratan akan lebih efektif dan efisien, lebih cepat karena bisa didistribusikan secara digital,” jelasnya.
Sementara itu untuk penggunaan TTE, dokumen-dokumen elektronik yang disebarkan akan memiliki keamanan yang lebih tinggi.
Selain itu tingkat keaslian atau originalitasnya bisa dipertanggungjawabkan, dokumen tidak dapat dirubah saat didistribusikan, dan tidak terjadi sangkalan.
“Jadi ketika kita menerima dokumen itu pengirim tidak akan pernah menyangkal pernah mengirim dokumen,” jelasnya.
“Karena semua itu sudah disertifikasi secara elektronik dan sudah di verifikasi oleh Balai Sertifikasi Elektronik Badan Siber Negara,” lanjutnya.
Sebagai keharusan
Sementara itu, Rektor Undiksha menyampaikan bahwa tuntutan teknologi informasi menjadi keharusan bagi Undiksha untuk melakukan inovasi pelayanan, termasuk bidang administrasi.
Hal ini disampaikan melalui Kepala Biro Umum dan Keuangan Undiksha, Ni Luh Wayan Yasmiati, S.H.,M.Pd., yang membuka FGD tersebut.
“Jadi mau tidak mau, suka tidak suka kita harus mau mengikuti. Kalau tidak kita akan jauh ketinggalan dan suatu ancaman bagi kita jika tidak menguasai teknologi informasi,” ucapnya.
Terkait penerapan e-Office dan TTE, Undiksha sudah mempersiapkan sarana prasarana yang memadai dengan dukungan dari pimpinan.
Pasca FGD ini, harapan terbesar kepada UPT TIK adalah dapat melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada staf pegawai terkait dua sistem tersebut.
Pendampingan yang diharapkan selama enam bulan kepada staf pegawai terkait dengan harapan dapat menggunakan sistem dengan baik.
Dalam FGD ini, hadir juga narasumbe dari Dinas Kominfosanti Buleleng dengan materi studi kasus TTE di Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Juga materi dari UPT TIK Undiksha tentang teknis penerapan e-Office, TTE, dan operasional website. (fJr/hms/JP)



