Wabup Badung Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi 2025
Bagus Alit Sucipta tegaskan komitmen Badung tekan inflasi dan angka kemiskinan melalui program pro rakyat.

jarrakposbali.com, BADUNG – Mentari pagi masih hangat menyinari halaman Puspem Badung saat Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta, melangkah masuk ke ruang Nayaka Gosana I. Di balik layar monitor, ia bersiap mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Bukan sekadar rutinitas, pagi itu menjadi panggung penting bagi pemimpin daerah untuk merancang strategi menekan laju inflasi dan kemiskinan secara nasional.
Rapat yang dilaksanakan secara daring itu menjadi momen konsolidasi nasional, menyatukan suara dan langkah antara pemerintah pusat dan daerah. Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa pengendalian inflasi dan pengentasan kemiskinan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.
“Mengendalikan situasi dan menjaga ketertiban di daerah, meningkatkan program pro rakyat, dan mengoptimalkan pelaksanaan pengentasan kemiskinan adalah hal utama. Kita targetkan penurunan kemiskinan sebesar 0,86% per tahun,” ujarnya tegas.
Sejalan dengan Tito, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan bahwa inflasi yang tinggi sering berbanding lurus dengan naiknya garis kemiskinan.
“Pengentasan kemiskinan merupakan tanggung jawab bersama pusat dan daerah. Ini urusan wajib sebagaimana diatur dalam PP No. 2 Tahun 2018. Keberhasilannya berada di tangan kita semua,” katanya.
Dari Badung, komitmen itu langsung dijawab oleh Wabup Bagus Alit Sucipta. Dalam keterangannya usai mengikuti rakor, ia menegaskan bahwa Pemkab Badung akan terus memperkuat program-program yang menyentuh langsung masyarakat.
“Kami tetap berkomitmen menjaga keberlanjutan pembangunan yang inklusif. Upaya menekan kemiskinan dilakukan melalui program pemberdayaan, penciptaan lapangan kerja, dan pengendalian inflasi,” jelasnya.
Bagus Alit juga menggarisbawahi bahwa pembangunan harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
“Fokus kami memastikan masyarakat, baik di kota maupun desa, benar-benar merasakan manfaat pembangunan. Ini tentang peningkatan kualitas hidup, bukan sekadar angka statistik,” tambahnya.
Rakor pagi itu memang hanya berlangsung beberapa jam, namun dampaknya bisa jadi bergema hingga bertahun-tahun ke depan. Di ruang Nayaka Gosana I, semangat membangun dan melayani rakyat tampak menyatu dalam suara dan komitmen. Badung, dengan segala potensinya, kembali menegaskan diri untuk tak hanya jadi destinasi wisata, tapi juga daerah yang peduli pada kesejahteraan dan keadilan sosial bagi warganya.(JpBali).



