Lestarikan Bahasa Bali, STKIP Agama Hindu Amlapura Turut Melaksanakan Bulan Bahasa Bali

KARANGASEM,JARRAKPOSBALI.com │Dalam upaya melestarikan, mengembangkan, memajukan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali Kampus STKIP Agama Hindu Amlapura melaksanakan Bulan Bahasa Bali yang di dilaksanakan di Aula Kampus STKIP Agama Hindu Amlapura. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Ketua I STKIP Agama Hindu Amlapura, Dr. Ni Kadek Juliantari, S.Pd., M.Pd. Selasa, 8 Februari 2022
Dalam sambutannya, Wakil Ketua I STKIP Agama Hindu Amlapura, Dr. Ni Kadek Juliantari, S.Pd., M.Pd. menyampaikan, “Peran air sebagai sumber kehidupan yang merupakan inti tema dalam Bulan Bahasa Bali yang ke-4 tahun 2022, yaitu Danu Kerthi : Gitaning Toya Ening. Air sebagai sumber kehidupan yang sangat berguna mengalir ke seluruh alam semesta yang membuat alam ini menjadi makmur dan sejahtera. Keberadaan air juga diibaratkan sebagai ilmu pengetahuan yang menyebar ke celah-celah kehidupan masyarakat sehingga dengan pengatahuan tersebut masyarakat dapat mencapai kejernihan pikiran, sejernih air”, paparnya.

“Momentum Bulan Bahasa Bali ini digunakan ajang untuk melestarikan keberadaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Bali. Usaha ini harus dibangkitkan dari individu masing masing. “Ngiring parikrama Bulan Bahasa Bali puniki anggé nuldulin rasa jengah ngrajegang Bahasa, Sastra, miwah Aksara Bali mangda sekancan ajeg tur lestari napi malih ring STKIP Agama Hindu Amlapura puniki wénten Prodi Pendidikan Bahasa Bali”, tambahnya.
Acara Pembukaan Bulan Bahasa Bali ke-4 tahun 2022 di STKIP Agama Hindu Amlapura ini dilanjutkan dengan melaksanakan Widya Tula (Seminar) yang mengusung tema “Utsaha Nyobyahang Danu Kerthi Malarapan Antuk Bahasa, Sastra miwah Budaya Bali”.
Hadir dalam seminar tersebut selaku narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu: I Wayan Jatiyasa, S.Pd.,M.Pd. (Dosen STKIP Agama Hindu Amlapura), I Kadek Widiantara, S.Pd.,M.Pd. (Dosen UHN IGBS Denpasar), dan Ni Luh Nariastini (Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Bali). Dalam Seminar tersebut banyak diuraikan tentang usaha-usaha menjaga kelestarian air sebagai sumber kehidupan dan juga usaha-usaha menyebarluaskan upaya pelestarian tersebut melalui karya-karya yang kreatif.

Selama berlangsungnya seminar, secara utuh menggunakan bahasa Bali sebagai bahasa pengantar dari awal hingga seminar berakhir. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemuliaan Bahasa Bali dalam ranah akademik dan sebagai upaya pembiasaan penggunaan bahasa Bali dalam ranah akademik pada mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura. /je



