Berita

Ketua DPRD Bangli Hadiri HUT ke-9 Sanggar Bayu Guna Prawerti

Perayaan dirangkaikan dengan kenaikan tingkat pertama serta aksi sosial bersama relawan Bali

jarrakposbali.com, BANGLI – Suasana penuh semangat budaya dan kekeluargaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun ke-9 Sanggar Seni Bayu Guna Prawerti yang berlangsung di Balai Banjar Sabha Paripurna Desa Adat Peninjoan, Minggu (31/8/2025).

Acara ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bangli, Ketut Suastika, yang memberikan apresiasi atas konsistensi sanggar dalam melestarikan seni dan budaya Bali.

Perayaan kali ini terasa istimewa karena tidak hanya memperingati usia sanggar yang kesembilan, namun juga dirangkaikan dengan kenaikan tingkat pertama bagi para siswa sanggar.

Dengan mengusung tema “Sewanam Praja Budaya 1 Generasi yang berbakti dan mengabdi dalam bidang seni budaya Bali, demi mewujudkan seni yang adi luhung, Bali ajeg dan sukerta”, acara berlangsung meriah penuh nuansa seni.

“Melalui sanggar seni seperti ini, anak-anak kita bisa terus belajar, berlatih, dan mengasah diri sehingga generasi muda Bangli tidak kehilangan jati dirinya. Seni budaya adalah pondasi moral sekaligus identitas yang harus kita jaga bersama,” ujar Ketua DPRD Bangli, Ketut Suastika.

Selain rangkaian seni, acara ini juga diisi dengan aksi sosial bersama Relawan Bali. Aksi ini menambah nilai kebersamaan bahwa seni tidak hanya berhenti pada panggung pertunjukan, tetapi juga bisa diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial.

“Kegiatan ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, tapi juga momentum untuk mengingatkan kita bahwa seni adalah wujud pengabdian. Sanggar seni harus tetap hidup, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ungkap salah seorang tokoh seni yang hadir.

HUT ke-9 Sanggar Seni Bayu Guna Prawerti ini pun diharapkan menjadi tonggak baru untuk terus melahirkan generasi muda yang berbakti, kreatif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Bali. Dengan dukungan para seniman, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah, seni budaya Bali diyakini akan tetap ajeg dan adi luhung di tengah arus globalisasi.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button