Bupati Karangasem Hadiri Pengabenan Ayahanda Wabup Pandu, Suasana Khidmat Penuh Doa

KARANGASEM, Jarrakposbali.com – Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelaksanaan puncak upacara pengabenan almarhum Jro Mangku Nyoman Goya, ayahanda dari Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa. Upacara yang berlangsung penuh penghormatan tersebut turut dihadiri oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Karangasem, tokoh masyarakat, kerabat, serta warga yang datang untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Kehadiran Bupati Karangasem beserta jajaran pemerintah daerah menjadi bentuk empati, solidaritas, dan penghormatan mendalam kepada keluarga besar Wakil Bupati Karangasem yang tengah berduka. Momen tersebut sekaligus mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang terus terjaga di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem.
Prosesi pengabenan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh nuansa spiritual khas adat serta budaya Bali. Iringan doa, kidung suci, dan rangkaian upacara adat mengantarkan perjalanan terakhir almarhum menuju alam keabadian. Suasana sakral begitu terasa ketika keluarga dan masyarakat bersama-sama mengikuti setiap tahapan upacara dengan penuh ketulusan dan penghormatan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karangasem menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya almarhum Jro Mangku Nyoman Goya. Beliau berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi masa duka.
Almarhum dikenal sebagai sosok yang dihormati di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Semasa hidupnya, beliau dikenal memiliki sikap sederhana, bijaksana, dan dekat dengan masyarakat. Kehadiran masyarakat yang begitu besar dalam prosesi pengabenan menjadi bukti penghormatan dan kecintaan kepada almarhum.
Pelaksanaan upacara pengabenan ini juga menjadi wujud pelestarian tradisi dan nilai-nilai budaya Bali yang sarat makna spiritual. Melalui prosesi tersebut, umat Hindu meyakini pelepasan roh menuju alam yang lebih luhur dilakukan dengan penuh penghormatan dan kesucian.
Dengan penuh doa dan penghormatan, seluruh rangkaian prosesi berjalan lancar hingga selesai. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, namun juga menghadirkan kenangan serta teladan kehidupan yang akan terus dikenang oleh masyarakat dan orang-orang terdekatnya.(Rno)



