Beri Penguatan Moril, Wagub Bali dan Bupati Karangasem Melayat ke Kediaman Wabup Guru Pandu

KARANGASEM, Jarrakposbali.com – Suasana haru dan duka menyelimuti kediaman Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, di Desa Pidpid Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem pada Jumat malam (2/5/2026). Kehilangan sosok yang dihormati, almarhum Jro Mangku I Nyoman Goya, tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh jajaran pimpinan daerah yang turut hadir memberikan dukungan moril.
Di tengah suasana yang khidmat, Wakil Gubernur Bali, Guru I Nyoman Giri Prasta bersama istri, didampingi langsung oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, hadir menyampaikan belasungkawa secara langsung. Kehadiran para pemimpin ini menjadi simbol kuatnya rasa empati dan kebersamaan dalam menghadapi duka.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh Wabup Guru Pandu beserta keluarga. Meski dalam suasana kehilangan, pertemuan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Para pimpinan tampak berbincang sejenak, menyampaikan ungkapan duka cita sekaligus memberikan penguatan moril agar keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan kuat.
Dalam kesempatan tersebut, doa bersama turut dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum. Nuansa religius dan kebersamaan terasa begitu kental, mencerminkan nilai-nilai budaya Bali yang menjunjung tinggi solidaritas dan gotong royong, terlebih dalam situasi duka.
Kehadiran Wakil Gubernur Bali dan Bupati Karangasem ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum, tetapi juga menunjukkan eratnya hubungan emosional dan solidaritas di lingkungan pemerintahan. Dukungan yang diberikan diharapkan mampu menjadi kekuatan tersendiri bagi keluarga yang sedang berduka.
Mewakili keluarga besar, Wabup Guru Pandu menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian, doa, serta kehadiran para pimpinan daerah. Ia mengaku sangat tersentuh atas dukungan yang diberikan, yang menjadi penyemangat bagi dirinya dan keluarga dalam menghadapi masa sulit ini.
Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas dan tanggung jawab pemerintahan, nilai kemanusiaan dan kepedulian tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kebersamaan. Dalam duka, solidaritas terasa semakin kuat—menyatukan hati dalam doa dan harapan. (Rno)



