BeritaBulelengDaerah
Trending

Walk For Peace 2026 Dimulai dari Bali, Bawa Pesan Damai Menuju Borobudur

BULELENG, jarrakposbali.com – Pagi di utara Bali terasa lebih hening dari biasanya. Jubah para bhikkhu bergerak perlahan meninggalkan kawasan Brahma Vihara Arama, memulai perjalanan panjang menuju Candi Borobudur.

Langkah demi langkah itu bukan sekadar perjalanan spiritual menjelang Hari Suci Waisak 2026, tetapi juga pesan sunyi tentang perdamaian yang melintasi batas negara, budaya, dan keyakinan.

Sekitar 50 bhikkhu dari sejumlah negara Asia Tenggara berjalan bersama dalam rangkaian Indonesia Walk For Peace 2026. Bali kembali menjadi ruang perjumpaan nilai kemanusiaan yang hangat.

Yang menarik, perjalanan ini hadir di tengah dunia yang sering bergerak terlalu cepat, sementara para bhikkhu memilih menyampaikan pesan damai dengan cara paling sederhana, berjalan kaki ribuan kilometer sambil membawa doa bagi semesta.

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut kegiatan ini selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, sekaligus menjadi inspirasi toleransi dan kedamaian dunia.

Koster memberikan sambutan sebelum perjalanan suci dimulai. Koster mendampingi Wakil Menteri Agama, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum yang akrab disapa Romo Syafi’i.

Koster menyampaikan, kegiatan suci umat budha ini selaras dengan upaya visi masyarakat Bali Nangun Sat Kerti Loka Bali.

“Kita semua respect dan hormat. Jadi tentu saja kegiatan ini tidak sebatas kegiatan fisik keagamaan yang sakral tapi juga ini membawa kesan kedamaian yang dipancarkan dari Bali dan akan melintasi 4 provinsi,” kata Gubernur Koster di rahma Vihara Arama Singaraja Buleleng, Sabtu 9 Mei 2026.

Koster meyakini perjalanan suci para bikkuh akan menjadi perhatian masyarakat dunia.

“Luar biasa dan ini sangat sejalan dengan upaya kita bersama di Bali dengan visi nangun Sat Kerti Loka Bali, yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera bahagia niskala sekala,” jelas Gubernur Bali dua periode ini.

Koster berharap, kegiatan yang dijalankan dengan niat mulia dan suci ini menjadi sumber inspirasi bagi semua orang di dunia tidak saja masyarakat Bali.

“Ini jadi inspirasi bangsa Indonesia untuk selalu hidup dengan penuh toleransi dan penuh kedamaian,” ujar Koster.

Koster mengajak semua pihak di Bali dan tiga provinsi lain yang dilewati para bhikkhu agar memberikan dukungan demi kelancaran dan kesuksesan perjalanan suci ini.

Untuk diketahui, para Bhikkhu ini berasal dari Laos, Thailand ,  Kamboja, dan Malaysia. Mereka juga akan didampingi bhikkhu dari Indonesia termasuk dari Bali. Mereka akan menempuh Bali – Borobudur dengan berjalan kaki selama 20 hari.

Wakil Menteri Agama, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum yang akrab disapa Romo Syafi’i menyampaikan apresiasi agenda suci umat Buddha ini.

“Kita mengapresiasi. Ternyata sejak bawak ajaran umat beragama di Indonesia, sebelum kita menerapkan politik toleransi dan moderasi sudah punya fondasi yang sama. Bagaimana mereka dengan upaya yang maksimal meninggalkan hawa nafsunya. Kemudian mereka menebar kedamaian dan sebenarnya itu sudah kita rasakan sejak ratusan tahun yang lalu di Bumi Nusantara,” jelasnya kepada awak media.

Menurut dia, masyarakat Indonesia telah hidup dengan penuh kedamaian dan toleransi yang ini kemudian dikuatkan oleh pemerintah dengan politik toleransinya.

“Ternyata kegiatan ini mendapat dukungan dari kepala-kepala daerah yang semuanya berbeda agama, Nah itu bukti bahwa semua agama kita mengajarkan kedamaian, persaudaraan, kasih sayang, dan toleransi,” katanya.

Hadir juga dalam kegiatan Indonesia Walk For Peace 2026, Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra,  Forkopimda Bali dan Buleleng, Forum Kerukunan Umat Beragama dan para pihak terkait. (JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button