
DENPASAR, jarrakposbali.com – Perayaan International Nurses Day 2026 di Kota Denpasar terasa hangat sejak pagi. Di Gedung Dharma Negara Alaya, para perawat datang mengenakan seragam terbaik mereka. Sebagian membawa semangat kompetisi, sebagian lagi hadir untuk merayakan perjalanan panjang profesi yang selama ini bekerja dekat dengan denyut kehidupan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya hadir mewakili Pemerintah Kota Denpasar dalam puncak perayaan yang digelar Persatuan Perawat Nasional Indonesia tersebut. Kegiatan juga dirangkai dengan lomba serta penyerahan nominasi terbaik DPK berprestasi tahun 2026.
Dalam sambutan tertulis Wali Kota Denpasar yang dibacakannya, Eddy Mulya menilai profesi perawat memiliki posisi penting dalam menjaga ketahanan kesehatan masyarakat, terutama di tengah tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
“Perawat telah menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat di Kota Denpasar. Tema tahun ini sangat relevan, yakni ‘Our Nurses, Our Future, Empowered Nurses Save Lives’,” ujarnya. Sabtu (9/5/2026).(
Yang menarik, suasana acara tidak hanya dipenuhi seremoni. Banyak percakapan kecil antarperawat yang terasa akrab. Ada yang berbagi pengalaman bertugas di ruang perawatan, ada pula yang membahas tantangan pelayanan kesehatan di era digital dan perubahan kebutuhan masyarakat.
Eddy Mulya mengatakan, masa depan sistem kesehatan sangat bergantung pada sejauh mana para perawat mendapat ruang untuk berkembang, baik dari sisi kompetensi maupun perlindungan kerja.
“Kami menyadari dedikasi para perawat membutuhkan dukungan nyata berupa kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan dan keselamatan kerja,” katanya.
Pemerintah Kota Denpasar, lanjutnya, berkomitmen mendukung peningkatan kualitas lingkungan kerja dan fasilitas pelayanan kesehatan bagi tenaga perawat di seluruh fasilitas kesehatan di Kota Denpasar. Pada akhirnya, pelayanan kesehatan yang baik sering kali lahir dari tenaga kesehatan yang merasa aman dan dihargai.
Selain itu, pemerintah juga mendorong keterlibatan perawat dalam pengambilan keputusan klinis maupun kebijakan kesehatan. Menurutnya, pengalaman para perawat di lapangan menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih responsif.
“Suara perawat harus didengar untuk membentuk masa depan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD PPNI Kota Denpasar, I Ketut Sudiarta mengatakan perayaan tahun ini menjadi bagian dari implementasi program kerja organisasi sekaligus momentum memperingati HUT ke-52 PPNI dan International Nurses Day 2026.
Ia menjelaskan, sepanjang tahun berbagai kegiatan telah dilaksanakan dengan fokus pada pelayanan masyarakat, pengembangan profesi, serta pengabdian sosial yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar atas dukungan, arahan, dan perhatian yang diberikan kepada profesi perawat,” ucapnya.
Menjelang akhir acara, suasana panggung kembali riuh saat para perawat berprestasi menerima penghargaan. Tepuk tangan terdengar panjang. Kadang penghargaan memang sederhana bentuknya, tetapi memiliki arti besar bagi mereka yang setiap hari bekerja dalam senyap, mendampingi pasien sejak pagi hingga larut malam.
Perayaan International Nurses Day 2026 di Denpasar akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Acara ini menghadirkan ruang apresiasi, refleksi, sekaligus pengingat bahwa pelayanan kesehatan sering kali bertumpu pada tangan-tangan yang bekerja dengan ketulusan.
Perawat bukan hanya hadir di ruang perawatan. Mereka hadir menjaga harapan, ketenangan, dan masa depan kesehatan masyarakat. Terima kasih untuk seluruh perawat yang terus mengabdi dengan hati.(JpBali).



