RUDENIM DENPASAR GELAR MEDIA GATHERING: PERKUAT SINERGI, SOROT KENAIKAN JUMLAH DETENI HINGGA 76,92%

DENPASAR, JARRAKPOSBALI.com — Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar menggelar kegiatan Media Gathering bertema “Sinergi Media dalam Penguatan Publikasi Kinerja Keimigrasian di Bali”, di Hotel Ibis Styles Bali Denpasar, Jl. Teuku Umar No.183, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat, pada Kamis (1/10/2026). Acara ini menjadi jembatan penting antara jajaran Imigrasi Bali dan rekan-rekan media untuk membangun komunikasi yang transparan, akurat, dan berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan ini: Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali Ramdhani, A. Md.Im., S.H., M.Si., Kepala Rudenim Denpasar Teguh Mentalyadi, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Kepala Dinas DPMPTSP Pemprov Bali, Kepala Bagian Humas Biro, Humas Protokol Fasilitasi Provinsi Bali, para pejabat di lingkungan Kanwil Ditjen Imigrasi Bali, serta 31 perwakilan media.
Dalam sambutannya, Kakanwil Imigrasi Bali Ramdhani menegaskan bahwa acara ini sengaja dikemas secara santai agar tercipta ruang dialog yang terbuka dan hangat.
“Segenap upaya dan kerja keras yang kami lakukan tidak akan terlihat apabila media tidak menyampaikan kepada masyarakat,” ujar Ramdhani.
Ia memandang media sebagai mitra strategis yang menyampaikan informasi berimbang dan akurat. Oleh karena itu, ruang konfirmasi dan verifikasi selalu terbuka — agar setiap pemberitaan mencerminkan objektivitas, khususnya terkait tugas dan fungsi keimigrasian.
“Kami sangat terbuka atas masukan, kritik, saran, maupun umpan balik sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kinerja,” tambahnya.
Sementara itu, Karudenim Denpasar Teguh Mentalyadi menguraikan peran penting Rudenim yang belum sepenuhnya dikenal publik — yakni tempat penampungan sementara bagi warga asing yang dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) sebelum dideportasi.
Cakupan wilayah kerjanya tidak hanya mencakup Provinsi Bali, melainkan juga Nusa Tenggara Barat (NTB). Kapasitas maksimal Rudenim Denpasar adalah 80 orang. Per 30 September 2026, jumlah deteni mencapai 46 orang, naik signifikan 76,92% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (26 orang).
Teguh memaparkan capaian kinerja sepanjang 1 Januari–30 September 2026:
- 177 orang menjalani pendetensian
- 143 orang telah dideportasi
- 7 orang dipindahkan ke Rudenim lain
Puncak kinerja tercatat April 2026: 28 pendetensian dan 29 pendeportasian dalam sebulan
Namun, tantangan nyata juga dihadapi:
- Keterbatasan anggaran makan hanya untuk 30 orang per bulan
- Adanya deteni lansia yang memerlukan perhatian khusus
- Upaya pengurangan kepadatan: telah memindahkan sejumlah deteni ke Rudenim Makassar awal September 2026, dan berencana memindahkan 10 orang lagi ke Rudenim Kupang segera
Teguh menjelaskan empat faktor utama yang memperlambat proses pendeportasian:
1. Biaya perjalanan — jika tidak ada biaya mandiri, diupayakan melalui keluarga, kedutaan, atau penjamin
2. Dokumen perjalanan — status kewarganegaraan belum jelas atau dokumen habis masa berlakunya
3. Kesehatan — penanganan medis khusus dan kelayakan melakukan perjalanan udara
4. Proses hukum — masih dibutuhkan oleh aparat penegak hukum untuk penyelidikan atau persidangan
“Apabila seluruh aspek biaya, dokumen, kesehatan, dan administrasi telah terpenuhi serta tidak ada keterkaitan proses hukum, maka deportasi akan segera dilaksanakan,” tegas Teguh.
Teguh menutup dengan menegaskan bahwa Media Gathering ini adalah langkah awal — diharapkan di masa mendatang dapat melibatkan lebih banyak rekan media.
“Seberat apa pun pekerjaan yang kita lakukan, bahkan hingga lembur tiap malam, jika kinerja tersebut tidak diketahui publik, maka akan terasa sia-sia,” ujarnya.
Acara ini pun menjadi bukti nyata: sinergi antara Imigrasi Bali dan media bukan sekadar pertemuan, melainkan fondasi pelayanan informasi yang jujur, edukatif, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Bali.(aditya)



