BadungBerita

Bali Jadi Arena Karate Asia, Koster Tegaskan Dukungan untuk Event Dunia

BADUNG, jarrakposbali.com – Derap langkah para karateka dari berbagai penjuru Asia memenuhi kawasan Nusa Dua. Seragam putih yang rapi, bendera negara yang berkibar, dan semangat kompetisi yang terasa sejak memasuki arena menjadi penanda bahwa Bali kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional bergengsi.

Di tengah atmosfer itu, Gubernur Bali Wayan Koster hadir membuka rangkaian 22nd AKF Senior Championships 2026, sebuah kejuaraan yang mempertemukan para atlet terbaik Asia dalam perebutan gelar juara sekaligus tiket menuju Karate World Cup.

Bagi Bali, kejuaraan ini bukan sekadar pertandingan olahraga. Kehadiran lebih dari 400 atlet dan ofisial dari 33 negara menjadi bukti bahwa Pulau Dewata terus dipandang sebagai destinasi yang mampu menggelar agenda internasional dengan standar tinggi.

Sejak beberapa tahun terakhir, Bali tidak hanya dikenal sebagai tujuan wisata dunia, tetapi juga berkembang menjadi pusat penyelenggaraan berbagai event internasional yang menggabungkan olahraga, budaya, dan diplomasi antarbangsa.

β€œKami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, Bapak Gubernur Bali, dan Pemerintah Indonesia atas fasilitasi serta dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini. Terima kasih banyak. Selamat bertanding kepada seluruh atlet dari Asia,” ujar Vice President Asian Karate Federation (AKF), Rashid Al Ali. Kamis (18/6/2026).

Apresiasi tersebut mencerminkan kepercayaan komunitas olahraga Asia terhadap Bali. Tidak hanya menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang memadai, Bali juga menawarkan suasana yang membuat para peserta merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar olahraga Asia.

Sebelum seremoni pembukaan berlangsung, para delegasi dan atlet dari berbagai negara bahkan telah berkumpul dalam gala dinner yang menjadi ruang pertemuan lintas budaya, mempererat hubungan yang selama ini terjalin melalui olahraga.

“Indonesia sangat bangga menjadi tuan rumah dengan menghadirkan lebih dari 400 atlet pada kejuaraan ini. Kehadiran seluruh peserta menunjukkan kekuatan persaudaraan karate di Asia,” kata Ketua Umum PB FORKI, Hadi Tjahjanto.

Di atas tatami, para atlet memang akan bertarung memperebutkan kemenangan. Namun di balik setiap tendangan dan pukulan yang diperagakan, tersimpan nilai-nilai yang telah lama menjadi jiwa karate.

Sportivitas, penghormatan kepada lawan, serta disiplin menjadi bahasa universal yang dipahami seluruh peserta tanpa harus diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa negara asal mereka.

“Ini adalah perayaan persaudaraan yang melampaui kompetisi. Respek dan excellence adalah nilai yang hidup di hati setiap karateka,” ungkap Hadi Tjahjanto.

Persaingan dalam kejuaraan kali ini dipastikan berlangsung ketat. Negara-negara kuat seperti Jepang, Iran, Kazakhstan, Vietnam, Thailand, hingga Arab Saudi menurunkan atlet-atlet terbaik mereka. Sebanyak 11 juara bertahan Asia juga kembali hadir untuk mempertahankan gelar yang pernah mereka raih.

Indonesia sendiri menaruh harapan besar kepada 22 atlet terbaik yang diturunkan pada ajang ini. Di antara mereka, terdapat tiga karateka asal Bali yang mendapat kesempatan membela Merah Putih di hadapan publik sendiri.

“Mudah-mudahan para atlet dan delegasi mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan dari keindahan Bali, budayanya, dan keramahan masyarakatnya. Selamat datang di Bali, Indonesia,” ujar Hadi.

Kejuaraan ini juga menjadi panggung penting bagi Bali untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. Ribuan mata dari berbagai negara kini tertuju ke Pulau Dewata, menyaksikan bagaimana olahraga, budaya, dan keramahan masyarakat Bali berpadu dalam satu perhelatan besar.

Bagi para atlet, Bali menjadi tempat mengejar prestasi. Bagi pemerintah daerah, ajang ini merupakan kesempatan memperkuat posisi Bali dalam peta event internasional. Sementara bagi masyarakat, kejuaraan ini menjadi kebanggaan tersendiri karena dunia kembali datang dan menyaksikan Bali dari dekat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Bapak Gubernur Wayan Koster, yang telah memberikan dukungan luar biasa sehingga Kejuaraan Karate Asia Senior dapat terselenggara dengan baik di Bali,” tegas Hadi Tjahjanto.

Selama tiga hari ke depan, suara aba-aba wasit, sorak pendukung, dan semangat para karateka akan mewarnai arena pertandingan di Nusa Dua. Namun lebih dari sekadar perebutan medali dan tiket menuju Karate World Cup, kejuaraan ini meninggalkan pesan yang lebih besar.

Di tengah keberagaman bangsa dan budaya Asia, olahraga kembali membuktikan kemampuannya menyatukan banyak perbedaan dalam satu semangat yang sama. Dari Bali, persaudaraan itu kembali dipertemukan. Dari Bali pula, dunia melihat bahwa Pulau Dewata tidak hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga layak menjadi tuan rumah berbagai panggung internasional bergengsi.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button