Berita

Bau Amis Pengunduran Diri Widastra dari Kursi Sekretaris DPD Golkar Jembrana

JEMBRANA, jarrakposbali.com I Partai Golkar Jembrana saat ini kembali ditingkalkan tokoh seniornya. Ketut Widastra yang menjabat sebagai Sekretaris DPD Golkar Jembrana memilih mundur dari jabatannya.

 

Bahkan kabarnya, Widastra telah mundur dari jabatannya sebulan lalu. Tidak ada yang mengetahui, apa yang menyebabkan tokoh senior asa Kelurahan Dauhwarung, Jembrana ini mundur dari jabatannya.

 

Banyak spekulasi yang muncul di kalangan kader Golkar Jembrana, pun di media sosial. Ada yang menyebutkan Widastra mundur karena sudah tidak sejalan dengan pengurus golkar yang lain, termasuk ketuanya.

 

Ada pula kabar dari sejumlah kader Golkar, mundurnya mantan anggota DPRD Jembrana ini karena terjadi perpecahan di tubuh partai berlambang pohon beringin ini.

 

Gusti Lanang Alit, salah satu tokoh masyarakat yang juga kader Golkar di Jembrana pada unggahannya di media sosial facebook mengatakan, dengan mundurnya Wudastra dari jabatannya sebagai Sekretaris DPD Golkar Jembrana, akan berpengaruh terhadap suara Golkar pada Pemilu 2024.

 

Mengingat Widastra adalah tokoh kuat di Golkar dan memiliki pendukung fanatik. Jatah kursi di DPRD Provinsi Bali pada Pemilu 2024, juga diragukan bisa diraih dengan mundurnya Widastra.

 

“Dapat atau tidaknya kursi DPRD Provinsi nanti itu tergantung loyalitas dan dedikasi dewan sekarang kepada rakyat. Yang jelas, mundurnya Widastra akan mempengaruhi suara Golkar,” ujarnya dalam unggahannya di akun fb Catur Putra, SE, Minggu (20/3/2022).

 

Sebelumnya pada Musda Partai Golkar Jembrana bulan Agustus 2020 lalu, Widastra juga mengundurkan diri sebagai calon Ketua DPD Jembrana preode 2020 – 2025. Saat itu Widastra bersaing ketat dengan rivalnya I Made Suardana, ST.

 

Dengan mundurnya Widastra, rival beratnya I Made Suardana, ST kemudian terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPRD Golkar Jembrana. Belakangan, Widastra kemudian didaulat menjadi Sekretaris DPD Golkar Jembrana preode 2020 – 2025. Namun akhirnya mundur dari jabatan itu sebulan lalu.

 

Terkait hal tersebut, redaksi jarrakpos mencoba konfirmasi kepada Ketut Widastra melalui telpon. Sayangnya yang bersangkutan tidak bersedia mengangkat telpon, padahal nomernya dalam keadaan aktif.

 

Demikian halnya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp (WA), yang bersangkutan sempat membaca pesan, namun tidak memberikan jawaban atau balasan apapun.

 

Sementara itu Ketua DPD Golkar Jembrana I Made Suardana dikonfirmasi melalui WhatsApp (WA) membenarkan Ketut Widastra mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris DPD Golkar Jembrana, dengan alasan agar yang bersangkutan bisa fokus meminta tuntunan kepanditaan.

 

“Beliau (Widastra) mundur agar bisa fokus minta tuntunan kepanditaan. Ini tidak usahlah dibahas di Media, semoga rahayu,” ujar Suardana di pesan WA singkat.(ded)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button