BeritaGianyar

Pelatihan Table Manner, Cara DWP Gianyar Bangun Percaya Diri Perempuan

GIANYAR, jarrakposbali.com – Suasana Lobby Kampus Monarch Gianyar pagi itu terasa berbeda. Para perempuan dengan balutan busana rapi duduk penuh perhatian, bukan sekadar mengikuti pelatihan, tetapi juga sedang menata kepercayaan diri mereka untuk hadir di ruang-ruang formal dengan lebih siap.

Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gianyar, Ny. I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, secara resmi membuka pelatihan keterampilan table manner yang diikuti pengurus dan anggota DWP. Kegiatan ini terselenggara melalui sinergi dengan Dinas P3AP2KB sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas perempuan.

Sering kali, keterampilan sederhana seperti tata cara makan menjadi detail kecil yang membawa dampak besar dalam situasi formal. Dalam konteks ini, pelatihan menjadi ruang belajar yang praktis sekaligus reflektif bagi para peserta.

“Pelatihan ini bukan hanya tentang cara menggunakan peralatan makan, tetapi juga membangun rasa percaya diri saat mendampingi suami dalam acara resmi,” ujar Ny. I Gusti Bagus Adi Widhya Utama.

Tahun 2026 menjadi momen penting bagi DWP Kabupaten Gianyar. Regenerasi kepengurusan yang baru saja terjadi membuka ruang untuk penyegaran arah organisasi. Dalam banyak kasus, momentum seperti ini dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama organisasi.

Pelatihan ini juga terasa relevan karena berada di antara dua momen penting perempuan, yaitu peringatan Hari Perempuan Sedunia dan menjelang Hari Kartini. Ada semacam kesinambungan makna antara sejarah perjuangan perempuan dan upaya kecil yang dilakukan hari ini.

“Ini bagian dari penghormatan terhadap perjuangan perempuan, sekaligus langkah nyata agar anggota DWP semakin siap berperan di berbagai kesempatan,” tambahnya.

Di sisi lain, pihak Kampus Monarch Gianyar menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Lingkungan pelatihan yang kondusif menjadi faktor penting dalam proses belajar, apalagi ketika materi yang disampaikan bersifat praktik dan membutuhkan interaksi langsung.

Pelatihan table manner sering kali dipandang sederhana, namun di banyak kesempatan formal, detail seperti ini justru menjadi penentu kesan pertama.

Pada akhirnya, pelatihan ini tidak hanya berhenti pada etika di meja makan. Ada proses yang lebih dalam, yaitu membangun kesiapan diri, memperkuat peran, dan menghadirkan perempuan yang semakin percaya diri dalam setiap ruang yang mereka masuki.(JpBali).

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button