BeritaBulelengDaerah
Trending

Sepanjang 555 Meter, Shortcut Singaraja-Mengwitani 7D dan 7E Mulai Dikerjakan

Pengerjaan Satu Tahun, Target Rampung 18 Juni 2024

SINGARAJA, jarrakposbali.com – Pembangunan jalan pintas (shortcut) Singaraja-Mengwitani titik 7D dan 7E  mulai dikerjakan. Shortcut lanjutan titik 7A,B,C ini berlokasi di wilayah Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng tepatnya di kilometer 60 dan 61.

Mulainya pembangunan jalan ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Gubernur Bali, Wayan Koster; pada hari Selasa, 29 Agustus 2023 pagi.

Sebagai informasi, shortcut titik 7D dan 7E ini memangkas panjang jalan eksisting (jalan saat ini) dari total 603 meter menjadi 555 meter. Dari 555 meter itu, akan terbagi menjadi 400 meter jalan dan 155 meter jembatan dengan pilar tertinggi mencapai 30,8 meter.

Kemudian shortcut ini memangkas delapan tikungan menjadi empat tikungan, serta menurunkan kemiringan jalan dari 16,7 persen menjadi 10 persen di titik 7D dan 6,3 persen menjadi 4,4 persen di titik 7E. Juga mempercepat waktu tempuh dari jalan lama yakni 2,7 menit menjadi 1,3 menit.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengatakan bahwa dulunya jalan di perbukitan Buleleng ini sangatlah tidak nyaman, terlebih lagi jalan yang kondisinya menurun serta sangat tajam ditambah menikung.

“Kalau dulu dari Denpasar-Singaraja tikungannya tajam, sudah tajam nurun lagi. Kalau rem blong itu sudah masuk jurang,” tuturnya.

Desain shortcut Singaraja-Mengwitani di titir 7D
Desain Shortcut Singaraja-Mengwitani di titik 7D. Foto: Franz Jr.

Koster juga mengaku bahwa pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwitani merupakan keinginan masyarakat sejak lama, namun hanya menjadi isu, wacana, dan janji politik.

Padahal dengan adanya jalan Shortcut Singaraja-Mengwitani sangat mempengaruhi kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan, yang tentu berpengaruh juga pada pemerataan ekonomi di Bali utara.

“Keinginan untuk membangun shortcut ini sudah lama sekali, puluhan tahun, terus jadi wacana politik, isu politik, dan janji politik, tapi tidak bisa terwujud,” ujarnya.

“Rupanya menunggu saya jadi gubernur Bali dan pak Basuki jadi Menteri PUPR,” lanjut Koster sembari tertawa kecil.

Lebih lanjut, Koster meminta agar penyedia jasa, Sinarbali-Agung KSO; dapat segera melakukan pekerjaan pembangunan shortcut ini usai pelaksanaan groundbreaking. Sehingga jalan pintas ini dapat segera terselesaikan sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan.

“Sekarang begitu groundbreaking lanjut aja sudah, siang malam kerja, mumpung cuaca lagi bagus. Di sini daerah mendung, kalau saat mendung gak bisa kerja,” pesan Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu.

“Jadi selesaikan sesuai target waktu, kalau bisa lebih awal lebih baik,” tambah pejabat asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Sementara itu, Direktur Pembangunan Jalan, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Wida Nurfaida; mengatakan bahwa pembangunan jalan ini memakan anggaran sebesar Rp82,09 miliar yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2023-2024.

“Penandantangan kontrak telah dilakukan pada 25 Juli 2023 dengan nilai kontrak Rp82,09 miliar, waktu pengerjaan 360 hari kalender, selesai 18 Juni 2024,” jelas Wida.

“Pembangunan jalan diharapkan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Tikungan akan menjadi lebih lebar yakni 30 meter dari sebelumnya 12,5 meter,” lanjutnya lagi. (fJr/JP)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button