BadungBerita

Curi Ponsel Wisatawan

WNA Asal India Ditangkap dan Dideportasi Rudenim Denpasar

BADUNG, jarrakposbali.com | Instansi yang dipimpin Yasonna H. Laoly ini kembali mendeportasi WNA berinisial BVB (24) berkewarganegaraan India yang telah melanggar Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

Dalam ketentuan Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian menyebutkan bahwa “Pejabat Imigrasi berwenang melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian terhadap Orang Asing yang berada di Wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan”. Sehingga dalam hal ini imigrasi melakukan sanksi Tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendeportasian kepada WNA tersebut.

BVB diketahui memasuki Indonesia melalui bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali dengan menggunakan Visa On Arrival pada 30 Juni 2023 dan mengaku datang ke Bali untuk berselancar dan berwisata yang dilakukannya seorang diri. BVB mengaku sempat berpindah-pindah dengan menginap di daerah Canggu, Ubud hingga ke Lombok.

BVB diketahui terlibat kasus pencurian sekitar akhir bulan Juli 2023, pasalnya penangkapan WN India itu sempat viral di media sosial, dikarenakan pegiat media sosial asal Bali Niluh Djelantik melakukan siaran langsung melalui akun Instagramnya saat penangkapan berlangsung. BVB melancarkan aksi pencuriannya di sebuah vila di daerah Ubud. Korban yang merupakan turis WN Inggris mengetahui tasnya hilang yang berisikan telepon genggam seusai berenang di vila tersebut. Setelah korban mengecek CCTV ternyata terlihat ada orang yang mengambil tasnya dan dicek posisi HPnya ternyata ada di wilayah Canggu. Mengetahui itu, korban lantas menemui Niluh Djelantik dan meminta bantuan kepada pegiat media sosial sekaligus pengusaha itu agar diantarkan ke posisi HP-nya di Canggu. Mereka pun datang bersama ke tempat posisi HP dan bertemu dengan terduga pelaku yaitu BVB sambil menghubungi pihak kepolisian.

Atas aksinya tersebut BVB berhasil diringkus Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali. Namun dikarenakan korban tidak bersedia untuk mengikuti proses hukum pidana karena harus segera meninggalkan Indonesia maka kasusnya dihentikan secara restorative justice dan pihak Polda Bali selanjutnya menyerahkan BVB ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai untuk direkomendasikan agar dilakukan pendeportasian.

Selanjutnya dikarenakan pendeportasian belum dapat dilakukan maka Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada 10 Agustus 2023 menyerahkan BVB ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar untuk didetensi dan diupayakan pendeportasiannya lebih lanjut.

Kepala Rudenim Denpasar, Babay Baenullah mengatakan setelah BVB didetensi selama 13 hari dan telah siapnya administrasi, maka ybs. dideportasi melalui bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada 23 Agustus 2023 pukul 12.25 WITA. Tiga petugas Rudenim Denpasar mengawal dengan ketat sampai kedunya memasuki pesawat sebelum meninggalkan wilayah RI dengan tujuan akhir Mumbai Internasional Airport India. BVB yang telah dideportasi akan dimasukkan dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jenderal Imigrasi.

“Sesuai Pasal 102 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, penangkalan dapat dilakukan paling lama enam bulan dan setiap kali dapat diperpanjang paling lama enam bulan dan selain itu penangkalan seumur hidup juga dapat dikenakan terhadap Orang Asing yang dianggap dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Namun demikian keputusan penangkalan lebih lanjut akan diputuskan Direktorat Jenderal Imigrasi dengan melihat dan mempertimbangkan seluruh kasusnya” tutup Babay, Rabu (23/8/2023).

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Anggiat Napitupulu menyampaikan bahwa untuk menjaga nama baik dan citra pariwisata Bali dari perilaku dan tindakan warga asing yang tidak pantas, jajaran Keimigrasian Bali akan terus melakukan patroli dan memberikan tindakan tegas terhadap warga asing yang ditemukan melakukan pelanggaran. Jajaran Keimigrasian Bali juga membuka hotline pengaduan yang dapat diakses masyarakat untuk melaporkan jika ditemukan warga negara asing melakukan pelanggaran, sehingga petugas dapat dengan cepat menindak pelanggaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Direktorat Jenderal Imigrasi bersama Kantor Wilayah Kemenkumham Bali dan jajaran Keimigrasian Bali telah membentuk satgas Bali Becik sebagai tindak lanjut dari maraknya perilaku tidak pantas dari wisatawan asing yang berlibur di Bali. Sesuai namanya, pembentukan satgas bertujuan melakukan penertiban orang asing demi terwujudnya Bali yang lebih baik (Bali Becik). Dengan dibentuknya Satgas Bali Becik diharapkan tingkat pelanggaran hukum dan norma oleh orang asing di Bali semakin menurun.” ucap Anggiat.(red).

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button