Berita

Miih Dewa Ratu…! Sudah Harganya Mahal, Beras Kemasan Isinya ternyata Kurang dari Daftar Label

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Para ibu-ibu rumah tangga di Jembrana ternyata bukan hanya mengeluhkan mahalnya harga beras di pasaran, namun ternyata juga mengeluhkan isi beras kemasan tidak sesuai yang tertera dalam label.

Menurut sejumlah sumber, beras kemasan super bermerek tertentu yang dijual di pasaran, terutama isian 10 Kg dan 24 Kg, ternyata isinya tidak sesuai dengan daftar berat dalam label.

Biasanya beras kemasan bermerek tersebut beratnya berkurang dari berat yang tertera dalam label berkisar 3 sampai 5 ons dalam satu kemasan.

Hal ini terungkap saat beberapa sumber membeli beras kemasan berlebel di sejumlah pasar, kemudian menimbang ulang di rumah secara manual. Ternyata dari penimbangan ulang tersebut tidak sesuai dengan berat yang tertera dalam label.

“Awalnya karena harga beras naik, saya coba beli beras kemasan super isian sepuluh kilogram. Ternyata setelah ditimbang di rumah, isinya kurang tiga ons,” ujar salah seorang warga Jembrana beberapa waktu lalu.

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh warga lainnya. Untuk beras kemasan yang dalam label tertera 24 Kg, setelah ditimbang kembali di rumah ternyata isinya kurang lagi 5 ons.

Kondisi ini ditemukan dalam satu merek beras kemasan yang diduga merupakan produk lokal Jembrana. Sementara untuk beras merek lain belum ada keluhan.

Diduga untuk beras kemasan merek tersebut memang sengaja mengurangi isi dari daftar berat yang tertera dalam label kemasan untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya di tengah naiknya harga beras saat ini.

“Bisa dihitung, untuk satu kemasan isinya kurang tiga ons, kalau seribu kemasan berapa untungnya. Ini yang dirugikan jelas masyarakat kecil,” ujar sumber.

Terkait hal tersebut, warga meminta dinas terkait, termasuk pihak Satgas Pangan Jembrana segera turun tangan untuk melakukan pengecekan. Jika memang terbukti ada pengusaha beras lokal nakal agar segera ditindak dengan tegas.

Terkait masalah tersebut, Kapolres Jembrana AKBP Dewa Gde Juliana dikonfirmasi melalui WhatsApp mengaku telah mendapatkan informasi mengenai hal tersebut dan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Informasinya sudah kita terima dan saat ini kami masih melakukan lidik terkait informasi tersebut,” ujarnya singkat.(ded)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button