
DENPASAR, jarrakposbali.com – Di tengah geliat ekonomi kreatif dan pertumbuhan industri berbasis budaya di Bali, kesadaran terhadap pentingnya perlindungan karya mulai menjadi perhatian bersama. Banyak ide lahir dari tangan-tangan kreatif masyarakat, mulai dari seni pertunjukan, desain, produk UMKM, hingga inovasi digital yang tumbuh dari akar budaya lokal.
Suasana itu terasa dalam kegiatan Sosialisasi Sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang digelar DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali di Ksirarnawa Art Center, Denpasar, Minggu, 24 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang tidak hanya menekankan semangat ideologis, tetapi juga keberpihakan pada perlindungan karya anak bangsa.
Sering kali sebuah karya lahir dari proses panjang, pengalaman hidup, hingga nilai budaya yang diwariskan turun-temurun. Pada akhirnya, perlindungan hukum melalui HKI menjadi langkah penting agar kreativitas masyarakat memiliki kepastian, nilai ekonomi, dan ruang berkembang yang lebih luas di tengah persaingan global.
Melalui sosialisasi ini, DPD PDI Perjuangan Bali ingin mendorong tumbuhnya ekosistem inovasi yang sehat, sekaligus membangun pemahaman bahwa karya intelektual bukan sekadar hasil kreativitas, melainkan aset yang perlu dijaga dan dihargai bersama.
Kegiatan ini dikoordinatori oleh I Made Suparta dan menghadirkan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny Ni Putu Putri Suastini Koster, sebagai keynote speaker.
Turut hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, Isya Malapraja, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali.
Sosialisasi ini juga dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Alit Kesuma Kelakan, Anggota DPRD Provinsi Bali I Wayan Suwitra dan Ni Made Usmartini, Bupati Klungkung Made Satria, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, serta para pelaku usaha, UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat dari berbagai daerah di Bali.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan I Made Suparta bahwa sertifikasi kekayaan intelektual merupakan langkah strategis untuk melindungi hasil karya dari penyalahgunaan maupun klaim pihak lain.
Selain memberikan kepastian hukum bagi pencipta, pelaku usaha, seniman, dan inovator, sertifikasi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan nilai ekonomi sebuah karya sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
Melalui sosialisasi ini, lanjut Supartha peserta mendapatkan pemahaman yang lebih luas mengenai berbagai bentuk kekayaan intelektual, mulai dari hak cipta, merek, paten, desain industri, hingga bentuk perlindungan lainnya.
Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mendaftarkan karya yang dimiliki sebagai bentuk penghargaan terhadap proses kreatif dan inovatif yang telah dihasilkan.
Para narasumber memberikan pemaparan mengenai prosedur pendaftaran kekayaan intelektual, manfaat sertifikasi bagi pelaku usaha dan UMKM, serta peluang yang dapat diperoleh ketika sebuah karya memiliki perlindungan hukum yang sah.
Diskusi interaktif yang berlangsung juga mengangkat berbagai tantangan dan peluang perlindungan kekayaan intelektual di era digital yang semakin berkembang pesat.
Kegiatan ini sejalan dengan semangat Bung Karno yang selalu menekankan pentingnya kemandirian, kreativitas, dan keberanian untuk menciptakan karya bagi kemajuan bangsa.
Sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi bagi pelaku usaha dan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk lebih menghargai hasil pemikiran, kreativitas, dan inovasi anak bangsa.
Melalui Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual ini, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya perlindungan hukum terhadap karya dan inovasi.
Dengan perlindungan yang tepat, kreativitas dan inovasi dapat terus tumbuh, berkembang, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, perekonomian daerah, dan pembangunan nasional. Semangat melindungi karya anak bangsa inilah yang diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya inovasi-inovasi baru yang mampu mengharumkan Bali dan Indonesia di masa depan.(JpBali).



