
MANGUPURA,Jarrakposbali.com | Entah tanpa sengaja atau ada maksud tertentu dari oknum tertentu yang mengunggah di Google foto Obyek Wisata Sangeh dengan menulis keterangan di bawahnya “Wisata Monkey Forest Ubud Bali” yang membuat geram beberapa pihak yang merasa dirugikan.

Hal ini berawal ketika Kadek Esen, seorang pemandu wisata mengantar tamu asal Melbourn, Australia yang hendak mengunjungi beberapa obyek wisata di Bali.
Saat itu dirinya mengantar tamu asal Melbourn untuk mengunjungi beberapa tempat wisata. Saat itu tamunya brosing di google dan menemukan foto. Tamu tersebut kemudian minta diantar ke lokasi tersebut.
“Poto yang ditunjukan tersebut saya hafal tempatnya, itu adalah obyek wisata Sangeh. Saya langsung meluncur bersama tamunya ke lokasi. Namun memasuki wilayah tersebut tamunya pada nanya kenapa mereka diantar ke Sangeh, padahal dalam keterangannya poto disebutkan lokasinya di Ubud,” ujarnya kemarin.
Lanjut Esen, dirinya kemudian menjelaskan bahwa poto yang dimaksud tersebut lokasinya di Sangeh, bukan Ubud. Atas penjelasan tersebut, tamu itu bisa mengerti karena kenyataan di lokasi sama persis dengan foto di google.
“Tamu saya tidak kumplin. Mereka semua senang, bisa bermain- main dengan monyet yang jinak-jinak dan dipandu oleh petugas yang ramah,” imbuhnya.
Tamunya semakin nyaman dan betah dengan lingkungan yang dipenuhi dengan pohon pala yang homogen. Situasi alam Sangeh memang membuat para wisatawan betah dan nyaman serta tentunya akan menjadi kenangan terindah buat mereka.
Dan dari rasa heran dan penasaran, Esen pun menscreen shoot foto obyek wisata Sangeh yang diberi keterangan “Wisata Mongkey Forest Ubud Bali” lalu mengunggahnya di FB.
Unggahannya pun viral dan menimbulkan banyak persepsi dan komentar dari para netizens hingga sampai kepada I Made Sumohon, Ketua Pengelola DTW Sangeh.
Dikonfirmasi melalui telpon, Ketua Pengelola DTW Sangeh I Made Sumohon mengaku geram dengan kenyatakan tersebut, terlebih kasus tersebut sudah sering terjadi.
“Kami sangat menyayangkan kasus ini terjadi. Ini sudah berulang-ulang terjadi. Kami sebenarnya sudah pernah sampaikan ke Dinas Pariwisata Badung termasuk Google.Tapi sepertinya belum teratasi. Saya binggung mencari solusi penyelesaian masalah ini,” tuturnya.
Pihaknya mengaku sangat dirugikan dengan hal tersebut. Menurutnya, Ini sebenarnya sudah cerita lama di mana ketika obyek wisata Sangeh ditinggalkan sebelum ada pengelola di mana Ubud memakai istilah “Sangeh Mongkey Forest Ubud” Pihaknya berharap Dinas Pariwisata turun tangan mengatasi ini.(bratayasa/ded/mega)



