BeritaKlungkung

I Ketut Budiarta “Jeplin” Siap Bertarung di Pilkel 2026, Dari Subak hingga Pecalang Mengabdi untuk Bakas

KLUNGKUNG, jarrakposbali.com – Pemilihan Perbekel atau Pilkel Serentak Kabupaten Klungkung 2026 mulai menghadirkan dinamika di tingkat desa. Di Desa Bakas, nama I Ketut Budiarta alias Jeplin muncul dengan membawa pengalaman panjang dalam aktivitas sosial, adat dan kemasyarakatan.

Jeplin selama ini dikenal aktif berada di tengah masyarakat. Ia masih menjalankan tugas sebagai Klian Subak Dlod Bakas, ngayah sebagai Pecalang Desa Adat Bakas, dipercaya sebagai Manggala Pasikian Pecalang Kecamatan Banjarangkan, serta menjadi anggota LPM Desa Bakas.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Jeplin sebelum memutuskan menyatakan kesiapan maju dalam Pilkel Serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026.

Bagi dirinya, kehidupan desa memiliki banyak persoalan yang harus dipahami dari dekat. Petani membutuhkan perhatian, kegiatan adat membutuhkan dukungan, sementara pembangunan desa membutuhkan keterlibatan masyarakat.

“Selama ini saya menjalankan apa yang bisa saya lakukan untuk masyarakat. Bagi saya, ngayah dan mengabdi di desa adalah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan tulus dan konsisten,” ujar Jeplin, Sabtu (29/8).

Jeplin tidak datang dari ruang yang jauh dari kehidupan masyarakat Bakas. Aktivitasnya selama ini membuatnya bersentuhan langsung dengan persoalan warga. Dari Subak ia memahami kehidupan pertanian. Dari Pecalang ia menjalankan pengabdian dalam menjaga ketertiban adat. Dari LPM ia ikut melihat proses pembangunan dan aspirasi masyarakat desa.

Jejak pengabdian itulah yang kini menjadi bekal ketika ia membuka langkah menuju kontestasi politik desa.

“Kalau masyarakat memberikan kepercayaan, saya siap menjalankan amanah itu dengan sebaik-baiknya. Yang paling penting bagi saya adalah bagaimana Desa Bakas bisa terus bergerak dan masyarakat merasa dilayani serta dilibatkan dalam pembangunan desa,” katanya.

Peluang tersebut hadir dalam momentum Pilkel Serentak Kabupaten Klungkung 2026. Pemerintah Kabupaten Klungkung telah menyiapkan pelaksanaan Pilkel Gelombang IV yang melibatkan 22 desa.

Dalam Rakortas persiapan Pilkel di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Kamis 16 April 2026, Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menekankan pentingnya demokrasi dan transparansi dalam seluruh tahapan pemilihan.

“Sosialisasi sangat krusial. Kita ingin masyarakat memahami prosesnya sehingga Pilkel ini benar-benar demokratis dan berjalan kondusif,” ujar Bupati Klungkung I Made Satria.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Klungkung, I Ida Bagus Ketut Mas Ananda, juga menjelaskan bahwa setiap desa peserta Pilkel harus memenuhi ketentuan jumlah calon. Sedikitnya terdapat dua calon Perbekel yang memenuhi persyaratan.

Ketentuan tersebut membuat proses pendaftaran menjadi bagian penting dalam tahapan Pilkel. Apabila jumlah calon belum memenuhi batas minimal, pendaftaran dapat diperpanjang sesuai aturan yang berlaku.

“Jumlah calon Perbekel minimal dua orang. Apabila belum terpenuhi, akan dilakukan perpanjangan pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas I Ida Bagus Ketut Mas Ananda.

Bagi Desa Bakas, kontestasi Pilkel akan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menilai siapa yang memiliki kapasitas, pengalaman dan gagasan untuk membawa desa ke depan.

Jeplin sendiri memilih menempatkan pengalaman pengabdian sebagai bagian dari modal politiknya. Aktivitasnya di Subak, Pecalang, LPM dan lingkungan masyarakat menjadi rekam jejak yang akan dibaca publik menjelang pemilihan.

Ia menyadari bahwa kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan arah langkahnya.

“Saya ingin tetap dekat dengan masyarakat dan mendengar apa yang menjadi kebutuhan mereka. Desa ini memiliki banyak potensi yang perlu terus dikembangkan bersama,” kata Jeplin.

Kini, panggung Pilkel Bakas mulai memasuki babak yang menarik. Nama Jeplin telah menyatakan kesiapan untuk ikut bertarung.

Perjalanan menuju 18 Oktober 2026 masih cukup panjang. Tahapan pemilihan, persyaratan calon dan dinamika politik desa akan terus berjalan. Di tengah proses tersebut, masyarakat Bakas akan memiliki ruang untuk melihat rekam jejak setiap kandidat.

Jeplin membawa pengalaman yang dibangun dari aktivitas sehari-hari di tengah masyarakat. Dari Subak, Pecalang hingga LPM, pengabdian tersebut menjadi bagian dari cerita panjangnya di Desa Bakas.

Pilkel 2026 akhirnya akan kembali pada pilihan masyarakat. Siapa yang akan dipercaya memimpin Bakas, jawabannya akan ditentukan di bilik suara pada 18 Oktober 2026.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button