
DENPASAR, jarrakposbali.com I Saat ini Bali telah memiliki 63 unit rumah sakit (RS) rujukan Covid-19, dengan 6000 tenaga kesehatan (Nakes) yang tentu saja sangat siap melayani pasien Covid-19.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, saat jumpa pers dengan sejumlah awak media, Jumat (11/2/2022) di Denpasar.
Menurutnya, mengenai rujukan RS juga tergolong cukup rendah, yakni baru 8 persen dengan gelombang varian Delta pertengahan tahun lalu yang membuat BOR (Bed Occupancy Rate) RS mencapai 80 persen.
“Ini karena varian Omicron sangat cepat menyebar, namun tingkat kematiannya jauh lebih rendah dibandingkan Delta. Ya, meski begitu semua pihak harus waspada,” terangnya.

Dari data yang masuk menurutnya, sebanyak 87 persen warga terjangkit Omicron melakukan isolasi mandiri. Hanya yang bergejala ringan melakukam Isoter dan sisanya dirujuk ke RS rujukan.
Disamping itu menurutnya, salah satu kebijakan PPKM level 3 adalah diberhentikannya sistem pembelajaran tatap muka (PTM). Hal ini dianggapnya penting karena karakterstik anak-anak suka berkerumun dan tidak mentaati protokol kesehatan. PTM juga ditutup karena banyak anak-anak yang belum mendapkan vaksin dosis kedua.
“Perberlakuan PPKM level 3 di Bali pertama adalah mengikuti Instruksi Menteri Dalam Negeri No 9 Tahun 2022, tentang pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat,” ujar Wagub Bali Cok Ace.
Menurutnya dalam Inmendagri tersebut tertuang bahwa Bali masuk ke dalam PPKM level 3. Seelain itu, pemberlakuan PPKM level 3 di Bali juga sebagai langkah pemerintah untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 varian Omicron.(ded)



