BeritaBulelengDaerahEkonomiSosial
Trending

Mulai Oktober, 1.200 Pelaku UMKM Buleleng Terima Bansos BBM

Disalurkan Selama Tiga Bulan

SINGARAJA, jarrakposbali.com – Terhitung mulai bulan Oktober, sebanyak 1.200 pelaku UMKM Buleleng akan menerima Bansos BBM.

Sebanyak 1.200 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Buleleng akan menerima bantuan sosial Bahan Bakar Minyak (Bansos BBM).

Bantuan ini diberikan Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi, UKM (Disdagperinkop UKM) Kabupaten Buleleng.

Nantinya, Bansos BBM ini akan disalurkan selama tiga bulan, yakni bulan Oktober, November, dan Desember.

Anggaran bansos yang berasal dari ABPD Kabupaten Buleleng ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak inflasi akibat kenaikan harga BBM.

Hal ini disampaikan Kepala Disdagperinkop UKM Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta; pada Jumat, 30 September 2022.

Anggaran untuk bansos ini disebutkan sebesar Rp540 juta, sedangkan tiap orang akan menerima sebesar Rp450 ribu.

“Masing-masing akan mendapat bantuan sebesar Rp450 ribu. Akan disalurkan dari bulan Oktober, November, dan Desember, jadi per bulan itu Rp150 ribu,” ungkapnya.

Target yang belum pernah dapat bantuan tahun ini

Sudiarta mengatakan bahwa saat ini pihaknya menargetkan para pelaku UMKM Buleleng yang sama sekali belum memperoleh bantuan tahun ini.

1.200 pelaku UMKM itu, kata Kepala Disdagperinkop UKM Buleleng, merupakan target penerima Bansos BBM.

Walaupun jumlah pelaku UMKM di Buleleng saat ini ada sekitar 15 ribu orang, berdasar data dari BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro) tahun 2021.

Tetapi yang akan mendapatkan bantuan ini sebanyak 1.200 orang, yang bertujuan agar tidak ada bantuan ganda yang diperoleh.

Saat ini pihaknya tengah memvalidasi data pelaku usaha yang menjadi target penerima bansos yang datanya ada di masing-masing desa.

“Sebagian sudah diberikan datanya oleh pemerintah desa dan kelurahan, tersebar di seluruh kecamatan. Kita pilih dari sektor dagang, tentunya yang masih aktif jualan,” jelasnya.

“Kalau sudah dapat bantuan misal dari Kemensos, tidak dapat lagi agar tidak double,” lanjut Dewa Made Sudiarta.

“Target kita 1.200, sementara sisanya nanti kita akan usulkan ke pusat,” tambahnya menerangkan.

Penyaluran gandeng perbankan

Terkait penyaluran bantuan sosial ini, Sudiarta menyampaikan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan perbankan.

Hal ini agar proses penyaluran dan pencairan dapat lebih efektif, sehingga langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima.

“Kalau penyalurannya kita kerjasama dengan BPD, jadi nanti bantuannya akan dikirimkan langsung ke rekening mereka masing-masing setiap bulannya,” pungkasnya. (fJr/JP)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button