Denpasar

Penerimaan Pajak Bali Tembus Rp13,07 Triliun hingga Oktober 2025

Pertumbuhan mencapai 10,32 persen dibanding tahun sebelumnya

DENPASAR, jarrakposbali.com – Penerimaan pajak di Bali kembali menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Hingga akhir Oktober, Kanwil DJP Bali berhasil menghimpun Rp13,07 triliun dari target tahunan Rp17,99 triliun. Capaian ini menandai peningkatan yang stabil dibanding periode yang sama tahun lalu, sekaligus menjadi cerminan pulihnya berbagai sektor usaha di Bali.

Dalam paparannya, Darmawan menjelaskan bahwa capaian Rp13,07 triliun tersebut dihimpun oleh satu KPP Madya dan tujuh KPP Pratama di seluruh Bali. KPP Madya Denpasar menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi mencapai Rp6,47 triliun.

“Penerimaan yang terkumpul berasal dari kerja keras seluruh unit pelayanan pajak, juga dari kepatuhan para wajib pajak di Bali,” kata Darmawan, Kamis (27/11).

Dari sisi jenis pajak, PPh menyumbang porsi terbesar dengan Rp8,92 triliun. Sementara itu, PPN dan PPnBM menyusul dengan Rp3,55 triliun. Penerimaan ini didukung oleh beberapa sektor dominan, seperti perdagangan, akomodasi, keuangan, dan administrasi pemerintahan.

“Pertumbuhan tertinggi datang dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum. Ini menunjukkan sektor pariwisata kembali bergerak ke arah yang lebih kuat,” ujar Darmawan.

Sektor lainnya juga memberi kontribusi besar, termasuk real estat dan aktivitas profesional. Keduanya mencatatkan pertumbuhan dua digit, yang ikut memperkuat total penerimaan pajak Bali tahun ini.

“Pertumbuhan di sektor-sektor tersebut menegaskan dinamika ekonomi Bali yang makin sehat dan produktif,” jelasnya.

Selain capaian penerimaan, Darmawan juga mendorong pemanfaatan insentif PPh Pasal 21 DTP untuk pekerja sektor pariwisata yang berlaku hingga Desember 2025. Ia mengingatkan pentingnya aktivasi akun Coretax sebagai syarat pelaporan SPT Tahun 2025.

“Kami berharap wajib pajak dapat segera mengaktifkan akun Coretax dan membuat kode otorisasi agar pelaporan SPT berjalan lancar,” ujarnya.

Menutup paparannya, Darmawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh wajib pajak di Bali. Ia menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan mendukung kebutuhan masyarakat.

“Partisipasi wajib pajak sangat berarti bagi pembangunan nasional. Kami akan terus meningkatkan pelayanan dan pendampingan bagi masyarakat,” tutup Darmawan.

Dengan capaian yang terus bergerak naik, penerimaan pajak Bali pada 2025 menunjukkan optimisme yang kuat terhadap pemulihan ekonomi daerah. Dorongan sektor pariwisata, perdagangan, dan profesi jasa menjadi bukti bahwa pergerakan ekonomi masyarakat Bali kian solid sepanjang tahun.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button