Gianyar

Kerja Sama Gianyar–Osaki Diperkuat untuk Pengelolaan Sampah

Kolaborasi dua daerah fokus pada pendampingan teknis dan peningkatan kualitas lingkungan

GIANYAR, jarrakposbali.com – Hubungan antara Kabupaten Gianyar dan Kota Osaki kembali mendapat bab baru. Di sebuah pertemuan hangat di Ruang Kerja Bupati Gianyar,Kamis (27/11/2025).

Kedua pemerintah resmi menandatangani letter of intent yang menandai komitmen baru dalam penguatan pengelolaan sampah. Kerja sama ini bukan hal baru, tetapi menjadi langkah lanjutan yang ditunggu banyak pihak, terutama karena Osaki dikenal sebagai salah satu kota dengan sistem pemilahan sampah terbaik di Jepang.

Pertemuan ini berlangsung sederhana namun penuh makna. Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun memaparkan kondisi pengelolaan sampah di daerahnya, termasuk fasilitas yang kini dimiliki Gianyar. Dari TPA Temesi yang berdiri di lahan 6,5 hektare hingga 46 TPS3R yang tersebar di berbagai desa, seluruhnya menjadi fondasi penting yang masih terus membutuhkan peningkatan.

Ia melihat kerja sama dengan Osaki sebagai peluang untuk belajar sekaligus memperbaiki sistem secara menyeluruh.

“Semoga kerja sama ini membawa manfaat nyata dan membuat pengelolaan sampah di Gianyar semakin baik,” ujar Wabup Agung Mayun.

Sementara itu, rombongan dari Osaki datang dengan semangat berbagi pengalaman. Wali Kota Yasuhiro Higashi mengingatkan bahwa kolaborasi antara Osaki dan Indonesia sudah terjalin sejak 2012 melalui program Grassroots JIK.

Beragam pendampingan teknis sudah diberikan, dan hasilnya terlihat dari meningkatnya kemampuan pemilahan sampah masyarakat Gianyar yang kini hampir mencapai 40 persen. Bagi Higashi, angka ini bukan hanya statistik, tetapi cerminan keseriusan Gianyar untuk berubah.

“Sejak 2012 kami bekerja sama dalam pengolahan dan pemilahan sampah, dan perkembangannya sangat menggembirakan,” kata Yasuhiro Higashi.

Kerja sama ini masih berada pada tahap awal sebelum dituangkan dalam MoU yang lebih teknis, tetapi suasana optimis terasa kuat. Baik Gianyar maupun Osaki ingin melangkah lebih jauh, tidak hanya di sektor persampahan tetapi juga pendidikan dan kebudayaan.

Jika konsisten, hubungan ini berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain tentang bagaimana dua kota lintas negara dapat saling belajar dan membangun masa depan lingkungan yang lebih baik.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button