Perkelahian Berdarah di Pegayaman, Apa Motifnya?
Tewaskan Edi Salman dan Ketut Vauzi

SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Masih menjadi misteri apa sebenarnya motif perkelahian berdarah yang terjadi di Desa Pegayaman.
Perkelahian yang terjadi di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng menimbulkan pertanyaan besar.
Apa motif sebenarnya? Apa latar belakang kejadian itu? Mengapa peristiwa itu terjadi?
Kapolsek Sukasada, Kompol I Made Agus Dwi Wirawan; belum berani berkomentar banyak mengenai motif peristiwa berdarah itu.
Namun, ia memaparkan bahwa dugaan sementara kejadian itu terjadi lantaran Edi Salman menduga Ketut Vauzi adalah seorang informan polisi.
“Edi Salman menduga bahwa Ketut Vauzi memberikan informasi keberadaan mereka kepada polisi,” ujar Kapolsek Sukasada itu.
Padahal, Ketut Vauzi hanya memberikan saran serta masukan kepada Edi Salman dan teman-temannya untuk berhenti melakukan aksi kriminal.
Pesan itu juga diberikan kepada anak-anak muda di Pegayaman, agar tidak melakukan aksi-aksi kriminal.
Hal ini berdasarkan penuturan serta kesaksian dari kepala dusun, mantan kepala dusun, serta warga setempat.
“Namun masukan itu tidak diterima baik oleh kelompok Edi Salman, sehingga mereka mendatangi rumah Ketut Vauzi untuk mempertanyakan hal itu,” tambahnya.
Bersamaan dengan kedatangan mereka, Edi Salman juga menunjukkan selongsong peluru yang ditembakkan polisi ke arahnya.
Namun timah panas yang ditujukan ke Edi Salman meleset dan hanya menyerempet tubuhnya saja pada saat digerebek oleh polisi.
“Dengan kata lain, Edi Salman berkata kepada Vauzi, gara-gara kamu kita digerebek polisi,” terang Kompol Agus Dwi Wirawan.
“Hingga timbulah permasalahan ini,” imbuhnya.
[irp posts=”25959″ name=”Perkelahian Berdarah, Dua Warga Pegayaman Tewas”] [irp posts=”25975″ name=”Mengejutkan! Edi Salman Ternyata Begal di Pegayaman”] [irp]
Perkelahian berdarah Pegayaman
Sebelumnya diberitakan bahwa terjadi perkelahian maut yang berujung melayangnya dua nyawa pria di Desa Pegayaman.
Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 3 Juli 2022 sekitar pukul 23.00 WITA tepatnya di Banjar Dinas Kubu, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada.
Mereka adalah Ketut Vauzi (39) dan Edi Salman, yang keduanya ternyata bertetangga dan masih memiliki hubungan kekeluargaan.
Kedunya tewas dengan luka terbuka di sekujur tubuh setelah berkelahi, bahkan ada anggota tubuh yang nyaris putus.
“Ketut Vauzi meninggal di rumah sakit, sedangkan Edi Salman meninggal di lokasi kejadian,” papar Kompol Agus Dwi Wirawan.
“Di lokasi kejadian ditemukan sajam berupa kelewang, tidak ditemukan benda tumpul,” lanjut Kapolsek Sukasada itu.
Polisi kini tengah mencari Jakar dan Nu’ul, dua teman Edi Salman; yang terlibat dalam peristiwa berdarah yang menewaskan Edi dan Vauzi.
Mereka berdua kabur setelah istri Vauzi berteriak minta tolong dan warga sekitar berdatangan untuk memberikan pertolongan. (fJr/JP)



